Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Warga Ancam Blokade Total Waduk Wonorejo, Kepala Bappeda Tulungagung Siap Pertaruhkan Jabatan!

55
×

Warga Ancam Blokade Total Waduk Wonorejo, Kepala Bappeda Tulungagung Siap Pertaruhkan Jabatan!

Sebarkan artikel ini
foto : Ormas 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera Desa Wonorejo

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Bappeda Kabupaten Tulungagung menjadi saksi bisu memanasnya pembahasan sengketa infrastruktur yang telah telantar selama hampir dua dekade. Persoalan pelik Jalan Lingkar Wonorejo kini memasuki babak baru yang penuh ketegangan.

​Pemerintah Kabupaten Tulungagung di bawah kendali Bappeda langsung dihadapkan pada ultimatum keras dari masyarakat yang tergabung dalam Ormas 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Senin (22/6/2026).

BACA JUGA : Seabad Kenangan Sejuta Harapan: Air Mata Haru Warnai Reuni Akbar Lintas Generasi SDN Besuki 1 Tulungagung

​Ultimatum Blokade Total Sektor Vital Waduk Wonorejo

​Keluhan masyarakat yang tersumbat selama kurang lebih 18 tahun akhirnya tumpah dalam rapat konsolidasi tersebut. Ketua Umum Ormas 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, Rahmat Putra Perdana atau dikenal dengan Mas Dana, menegaskan bahwa kesabaran warga sudah berada di batas akhir.

​Jika pembangunan jalan lingkar tidak kunjung terealisasi hingga akhir tahun 2026, warga mengancam akan melumpuhkan total seluruh aktivitas di kawasan Waduk Wonorejo.

​”Jika akhir tahun 2026 belum terealisasi, masyarakat Wonorejo akan melakukan aksi besar-besaran. Kami akan menghentikan dan memblokade seluruh aktivitas yang berkaitan dengan Waduk Wonorejo, mulai dari sektor perhotelan, pariwisata, pengairan, hingga operasional PLTA,” tegas Mas Dana dengan nada tinggi.

​Ancaman tersebut bukan gertakan semata. Koordinator Desa 212 Wonorejo, Beni, menambahkan bahwa gerakan massa ini merupakan bentuk penagihan janji yang sebelumnya pernah dilontarkan oleh Plt. Bupati Tulungagung, Baharudin.

​Kepala Bappeda: Pasang Badan dan Pertaruhkan Jabatan

​Merespons tensi tinggi dan tuntutan nyata dari warga, Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung, Yohanes Bagus Kuncoro, mengambil langkah berani dengan pasang badan secara terbuka.

​Demi mengurai benang kusut yang melibatkan status lahan lintas instansi ini, Yohanes menyatakan komitmennya secara ekstrem demi keadilan bagi masyarakat Pagerwojo.

BACA JUGA : Demi menjaga hubungan Lebih Dekat dengan Petani Kanit Binmas Polsek Gondang terjun ke lapangan

​”Saya siap mempertaruhkan jabatan demi terselesaikannya persoalan yang telah berlarut-larut selama hampir dua dekade ini,” ujar Yohanes Bagus Kuncoro tegas di hadapan peserta rapat.

​Sebagai langkah konkret terdekat, Bappeda Tulungagung langsung menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak Perhutani pada awal bulan Agustus mendatang untuk menyelesaikan tumpang tindih status jalan.
Sinergi ini juga mendesak pihak PJT dan BBWS yang turut hadir dalam rapat untuk segera membersihkan kendala administratif yang ada.

​Sektor yang Terancam Lumpuh Jika Proyek Gagal di Akhir 2026 diantaranya
​Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Industri perhotelan dan seluruh destinasi pariwisata di lingkar waduk serta Jaringan sistem pengairan (irigasi) masyarakat.

​Rapat yang dihadiri oleh perwakilan BBWS, PJT, BPD Desa Wonorejo, serta jajaran Bappeda ini diharapkan tidak lagi melahirkan janji-janji manis di atas kertas, melainkan sebuah aksi nyata sebelum bom waktu sengketa 18 tahun ini benar-benar meledak di akhir tahun nanti.