Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Geger, Seorang Pekerja Ditemukan Meninggal di Area Proyek Koperasi Desa di Kabupaten Tulungagung

158
×

Geger, Seorang Pekerja Ditemukan Meninggal di Area Proyek Koperasi Desa di Kabupaten Tulungagung

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Aktivitas pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, mendadak terhenti pada Kamis (2/7/2026) sore. Hal ini terjadi setelah seorang pekerja ditemukan meninggal dunia secara mendadak di area proyek.

​Korban diketahui bernama Riyadin, seorang warga yang berasal dari Dusun Pecuk, Desa Pakel, Kecamatan Pakel.

BACA JUGA : Perkuat Sinergitas, Polsek Bandung Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80 Bersama Jajaran Forkopimcam

​Kronologi Kejadian

​Menurut informasi yang dihimpun, sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban masih beraktivitas normal seperti biasa bersama pekerja lainnya. Mereka sempat bergotong-royong menurunkan material bangunan yang baru saja tiba di lokasi proyek.

​Kapolsek Sumbergempol, AKP Moh. Anshori, menjelaskan bahwa setelah pekerjaan menurunkan material selesai sekitar pukul 15.00 WIB, korban sempat mengeluh lelah kepada rekan kerjanya.

​”Korban kemudian memilih untuk beristirahat di halaman rumah yang berada tepat di depan lokasi pembangunan,” ujar AKP Moh. Anshori.

​Nahas, sekitar pukul 15.30 WIB, salah seorang pekerja berniat untuk mengecek kondisi korban. Saat dihampiri, Riyadin ditemukan sudah dalam posisi terbaring telentang dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Terkejut dengan kondisi tersebut, para pekerja lain langsung melaporkan kejadian ke Polsek Sumbergempol.

BACA JUGA : Menakar Empati Komnas Perempuan Dalam Kasus YTR: Antara Teks CAT PBB dan Luka Nyata

​Hasil Olah TKP Kepolisian

​Mendapat laporan warga, personel Polsek Sumbergempol bersama Unit Inafis Polres Tulungagung segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.

​Dari hasil pemeriksaan medis dan identifikasi luar, petugas memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun indikasi kecelakaan kerja pada tubuh Riyadin.

​Pihak kepolisian menyatakan bahwa peristiwa ini diduga kuat murni akibat faktor kondisi kesehatan korban yang mendadak menurun, sehingga tidak ada indikasi yang mengarah pada unsur tindak pidana.