TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — Seorang pria berinisial A.S (52), warga Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar sebuah warung pinggir kali, Desa Suwaru, Kecamatan Bandung, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Korban ditemukan oleh W yang merupakan istri korban, yang menyusul ke warung setelah korban tak kunjung pulang ke rumah.
Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, melalui kasi humas polres tulungagung
BACA JUGA : Angin Kencang Picu Karhutla Baru di Gunung Sawe Trenggalek, Total Kasus Capai 13 Kali
Iptu Nanang Murdianto, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, korban sebelumnya meninggalkan rumah pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB untuk menuju warung miliknya di Desa Suwaru.
“Pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, istri korban mencoba menghubungi melalui telepon karena korban belum pulang. Karena tidak mendapat jawaban, sekitar pukul 08.30 WIB istrinya menyusul ke warung,” ujar Iptu Nanang Murdianto.
Sesampainya di warung, W masuk ke bagian kamar dan mendapati korban dalam posisi telentang menghadap ke timur.
BACA JUGA : Pascagempa Magnitudo 7,7 NTT, Otoritas Fokus Sterilisasi Infrastruktur Transportasi
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan terdapat busa di mulut korban.
Melihat kondisi tersebut, W kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar, dan melaporkan kejadian tersebut ke polsek bandung.
Petugas kepolisian bersama tim medis dan Inafis Polres Tulungagung kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jenazah.
“Dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Tulungagung, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,” terang Iptu Nanang.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sesak napas.
Sebelumnya, pada Jumat sekitar pukul 15.00 WIB, korban sempat mencari pakan ternak dan mengalami luka bacok pada jari manis tangan kiri.
Korban kemudian berobat ke mantri terdekat dan mendapatkan sejumlah obat, yakni Cefixime Trihydrate 200 mg, Opistan Mefenamic Acid 500 mg, serta Yekamulvita (vitamin).
“Menurut keterangan keluarga, sebelum berangkat ke warung pada Jumat malam, korban sempat mengonsumsi obat-obatan tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, dari pemeriksaan petugas medis terhadap kondisi jenazah ditemukan sejumlah tanda, di antaranya lebam mayat serta keluarnya cairan dari tubuh. Petugas juga menemukan air dan busa dari mulut korban.
Pihak keluarga menyatakan tidak berkenan dilakukan autopsi dan hanya meminta dilakukan visum luar. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan menerima kejadian tersebut serta menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun.
“Untuk selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” pungkas Iptu Nanang Murdianto.






