FOTO: Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin ( Ati temi ajttv.com)
TRENGGALEK, AJTTV.COM – Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama DPRD setempat mulai mematangkan terobosan baru di bidang pendidikan. Melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, Dinas Pendidikan didorong untuk segera merealisasikan konsep sekolah tematik jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada ajaran baru 2027 mendatang.
Baca Juga : Tuntut Keterbukaan PAD, Lembaga 212 Loro Siji Loro Bakal Aksi Damai di DPRD dan Kantor Bupati Tulungagung
Langkah strategis ini dibahas tuntas dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra di Aula Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Trenggalek, Jumat (4/9/2026).
Fokus Talenta: Dari Sains, Seni, hingga Olahraga
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, menjelaskan bahwa sekolah tematik dirancang agar pembinaan bakat dan minat peserta didik tidak lagi bersifat umum, melainkan lebih terarah dan terspesialisasi sejak dini.
Baca Juga : Hutan Pine dan Cengkeh di Dongko Trenggalek Terbakar! Petugas Berjibaku Tembus Medan Curam
Empat sekolah negeri pun telah dipetakan untuk menjadi pelopor pengembangan bakat siswa:
SMP Negeri 1 Trenggalek: Diproyeksikan sebagai pusat keunggulan ilmu pengetahuan (sains).
SMP Negeri 1 Watulimo: Berfokus pada pengembangan talenta olahraga.
SMP Negeri 4 Trenggalek: Menjadi wadah khusus pengembangan bakat seni dan budaya.
SMP Negeri 6 Trenggalek: Mengakomodasi dan mengasah potensi siswa di bidang olahrag
“Kami ingin sekolah tematik ini menjadi daya ungkit nyata dalam melahirkan generasi muda Trenggalek yang berprestasi sesuai potensi terbaik mereka,” tegas Sukarodin.
DPRD Minta Anggaran Dirasionalisasi
Kendati memberikan dukungan penuh, Komisi IV memberikan catatan penting terkait ketersediaan anggaran. Saat ini, alokasi dana yang siap baru menyasar SMP Negeri 1 Watulimo.
Baca Juga : Komisi II DPRD Trenggalek Rampungkan Raperda P-APBD 2026, Dorong Genteng Lokal Masuk E-Katalog Nasional
Oleh karena itu, politisi PKB tersebut mendesak Dinas Pendidikan untuk segera melakukan rasionalisasi anggaran pada APBD Perubahan 2026. Langkah ini dinilai krusial agar seluruh sekolah yang ditunjuk dapat siap dan beroperasi penuh saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2027 dibuka.
”Konsep ini harus sudah siap ditawarkan ke masyarakat saat PPDB 2027 nanti sebagai nilai unggul pendidikan di Trenggalek,” pungkasnya.






