TULUNGAGUNG, AJTTV.COM— Dampak musim kemarau di Kabupaten Tulungagung kian meluas dan menyebabkan belasan desa dengan ribuan penduduk mengalami krisis air bersih. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung terus menggencarkan penyaluran bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, mengungkapkan bahwa terdapat dua desa tambahan yang baru saja mengajukan permohonan bantuan air bersih, yakni Desa Picisan di Kecamatan Sendang dan Desa Sukoharjo di Kecamatan Bandung.
“Dampak kemarau di Tulungagung semakin meluas, hari ini ada dua desa yang baru meminta bantuan air bersih,” kata Teguh Abianto, Senin (28/9/2026).
Baca Juga : Warga Desa Tiudan Tulungagung Geruduk Lokasi, Tolak Keras Toko Miras Dekat Permukiman
Berdasarkan data terbaru, saat ini tercatat ada sebanyak 11 desa di Tulungagung yang mengalami krisis air bersih. Belasan desa tersebut tersebar di tujuh kecamatan yang mayoritas bercontur alam dataran tinggi atau pegunungan.
Rincian wilayah terdampak meliputi Desa Joho dan Rejosari di Kecamatan Kalidawir, serta Desa Keboireng dan Besuki di Kecamatan Besuki.
Selain itu, krisis juga melanda Desa Kalidawe di Kecamatan Pucanglaban, serta Desa Kresikan dan Pakisrejo di Kecamatan Tanggunggunung.
“Kemudian sisanya di Kecamatan Campurdarat ada Desa Gamping, Kecamatan Bandung ada Desa Sebalor dan Sukoharjo, dan di Kecamatan Sendang ada Desa Picisan,” jelas Teguh.
Baca Juga : Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8 Asal Jember Berhasil Diidentifikasi dan Dipulangkan ke Rumah Duka
Secara keseluruhan, warga yang terdampak krisis air bersih selama musim kemarau di 11 desa ini mencapai 3.491 jiwa. Dari jumlah tersebut, Desa Sukoharjo menjadi wilayah dengan warga terdampak terbanyak, yakni mencapai 687 jiwa.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Tulungagung telah menyalurkan total 68 truk tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Dengan demikian, sebanyak 340.000 liter air bersih telah didistribusikan langsung kepada masyarakat.
“Kami juga sudah menyalurkan 40 tandon air bagi masyarakat terdampak kekeringan dan saat ini masih sisa 10 tandon air. Bagi masyarakat yang membutuhkan silahkan untuk mengajukan,” pungkasnya.
Baca Juga : Bikin Ulah! Wanita Asal Malang Nekat Buat Laporan Perzinahan Palsu di Tulungagung
Pihak BPBD mengimbau masyarakat di daerah rawan kekeringan untuk terus berkoordinasi dan segera melapor apabila membutuhkan suplai air bersih selama musim kemarau ini.






