Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Angin Kencang Picu Karhutla Baru di Gunung Sawe Trenggalek, Total Kasus Capai 13 Kali

18
×

Angin Kencang Picu Karhutla Baru di Gunung Sawe Trenggalek, Total Kasus Capai 13 Kali

Sebarkan artikel ini
Foto : Petugas saat berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Trenggalek. (Dok. BPBD Trenggalek)

TRENGGALEK, AJTTV.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kali ini, titik api baru dilaporkan muncul dan menghanguskan vegetasi di kawasan lereng Gunung Sawe akibat hembusan angin kencang di tengah puncak musim kemarau ekstrem, Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan data harian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, kobaran api pertama kali terlihat oleh warga sekitar kawasan hutan pada siang hari. Kondisi semak belukar yang mengering akibat cuaca panas membuat material di lantai hutan sangat mudah terbakar.

Situasi kian diperparah oleh hembusan angin kencang di area perbukitan yang membuat api merembet cepat.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengonfirmasi bahwa tim gabungan telah dikerahkan ke titik lokasi kejadian untuk menjinakkan si jago merah.

BACA JUGA : Pascagempa Magnitudo 7,7 NTT, Otoritas Fokus Sterilisasi Infrastruktur Transportasi

“Kami menerima laporan adanya titik api baru di kawasan lereng Gunung Sawe. Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama personel TNI, Polri, Perhutani, dan relawan gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan melokalisir api agar tidak meluas mendekati kawasan permukiman warga,” ujar Stefanus Triadi Atmono, Sabtu (15/8/2026).

Petugas gabungan sempat mengalami kendala dalam proses pemadaman awal. Medan lereng Gunung Sawe yang terjal dan berbatu membuat armada mobil pemadam kebakaran sulit menjangkau titik api utama.

Alhasil, petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual menggunakan metode gepyok (pukulan ranting) dan membuat sekat bakar (firebreak) guna memutus jalur rambatan api.

BACA JUGA : Kemeriahan Karnaval Budaya NTT 2026: Kapolda Tekankan Pentingnya Merawat Keberagaman

Sementara itu, Kapolsek Karangan AKP Bambang Yulianto menambahkan bahwa pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan warga setempat untuk memantau situasi pergerakan arah angin dan potensi bara api yang tersisa.

“Personel Polsek Karangan bersama Perhutani dan relawan bergerak cepat menggunakan alat seadanya untuk memutus jalur api agar dampak kebakaran vegetasi ini tidak semakin meluas. Kami pastikan fokus utama adalah menyekat jalur api agar tidak mengarah ke wilayah hunian masyarakat,” jelas AKP Bambang Yulianto.

Total Kasus Karhutla MeroketInsiden yang melanda Gunung Sawe ini menambah panjang daftar rentetan bencana kebakaran hutan di Bumi Menak Sopal sepanjang tahun ini.

BPBD Trenggalek mencatat, dengan adanya tambahan kasus hari ini, total akumulasi kejadian karhutla di wilayah Trenggalek kini telah menyentuh angka 13 kali kejadian selama musim kemarau 2026.

Sebelumnya, belasan kasus karhutla serupa telah tersebar di beberapa wilayah kecamatan rawan, seperti Kecamatan Panggul, Dongko, Watulimo, hingga Kecamatan Bendungan. Selain memicu kebakaran hutan, puncak kemarau ekstrem ini juga telah memicu krisis air bersih yang meluas di 22 desa.I

Himbauan Tegas untuk Masyarakat

Guna mengantisipasi munculnya titik api baru, petugas gabungan kini terus disiagakan di sekitar posko pemantauan terdekat. Pihak berwenang juga memperketat patroli di wilayah perbatasan hutan produksi maupun hutan lindung.

Polsek Karangan bersama BPBD Trenggalek kembali mengeluarkan peringatan keras dan mengimbau masyarakat, khususnya petani penggarap lahan hutan (pesanggem), untuk tidak melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar.

BACA JUGA : Pejabat Baru Polres Sumba Tengah Resmi Berganti, Kapolres Tegaskan Pentingnya Pengabdian Tulus

Warga juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan bekas perapian di area hutan yang dapat memicu bencana kebakaran lebih besar.