Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITA NASIONAL

Kabar Tsunami Di Selatan Pulau Jawa , Masyarakat Tidak Usah Panik

71
×

Kabar Tsunami Di Selatan Pulau Jawa , Masyarakat Tidak Usah Panik

Sebarkan artikel ini

Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /var/home/ajttvcom/public_html/wp-content/themes/wpmedia/template-parts/content-single.php on line 113
Example 468x60

AJTTV.COM – Maraknya kabar yang beredar di masyarakat tentang potensi tsunami di selatan Pulau Jawa diharapkan tidak membuat masyarakat panik meski tetap waspada.

Pesan itu disampaikan Penjabat Sementara Bupati Trenggalek, Drs.Benny Sampirwanto selepas mengikuti webinar dari Pemprov Jatim yang menghadirkan Gubernur Jatim, para pakar, dan kepala daerah di wilayah selatan Jawa Timur, Selasa (29/9/2020) kemarin.

Example 300x600

Sebelumnya, terdapat pemberitaan yang memuat hasil riset para peneliti sebuah universitas di Indonesia. Dimana hasil riset potensi tsunami di selatan Jawa tersebut juga telah diterbitkan dalam sebuah jurnal keilmuan.

Beny menambahkan adanya potensi megathrust yang ditulis para ahli pada jurnal tersebut sejatinya digunakan untuk kalangan intern para ahli, dan bukan untuk publik secara langsung.

Menurutnya kemungkinan terjadi megathrust yang tertulis pada jurnal tersebut memang berpotensi terjadi. Namun potensi yang ada bukanlah sebuah prediksi, melainkan skenario terburuk apabila pergeseran lempeng benar-benar terjadi, meskipun kemungkinannya sangatlah kecil.

Masyarakat dihimbau tidak panik, namun tetap waspada. Pria yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Diskominfo Prov Jawa Timur ini menghimbau masyarakat Trenggalek tidak perlu panik secara berlebihan, kendati demikian masyarakat tetap diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mewaspadai potensi bencana yang bisa saja terjadi.

“Masyarakat tidak perlu resah, karena sekali lagi megathrust atau tsunami yang lebih dari 20 meter hanya potensi. Dan itupun kemungkinannya jika terjadi ada dua lempeng yang diujung Pulau Jawa terjadi,” ungkap Benny.

Kewaspadaan kesiapsiagaan dalam memitigasi potensi bencana dari masyarakat adalah hal yang terpenting. Misalkan terdapat gempa bumi lebih dari 20 detik, maka masyarakat harus langsung menuju ke tempat evakuasi, dan tidak perlu menunggu peringatan dari alat Early Warning System (EWS).

“Karena tadi tenaga ahli mengatakan kita tidak perlu menunggu EWS, begitu gempa 20 detik lebih kita lebih baik kesana (tempat evakuasi),” ungkapnya.

Disisi lain, alumni Universitas Negeri Jember ini mengatakan Pemkab akan mengambil beberapa tindakan untuk memitigasi potensi bencana yang ada. Salah satunya adalah mempersiapkan sarana dan prasarana berupa EWS di 3 titik paling rawan yang berhadapan dengan Samudera Hindia, yakni Watulimo, Panggul, dan Munjungan.

Reporter : Arie
Editor     : C sant

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *