Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Buka Hingga Dini Hari ,Kafe Maxi Digerebek Polisi

57
×

Buka Hingga Dini Hari ,Kafe Maxi Digerebek Polisi

Sebarkan artikel ini

Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /var/home/ajttvcom/public_html/wp-content/themes/wpmedia/template-parts/content-single.php on line 113
Example 468x60

Foto Ilustrasi

Tulungagung – Kafe dan karaoke Maxi yang berada di Jalan Soekarno-Hatta Tulungagung digerebek Jajaran Polres Tulungagung,Minggu (11/10/2020).

Example 300x600

Pasalnya Kafe yang dulu bernama Kafe Yes dan sempat berganti nama Markas ini nekat beroperasi ditengah Pandemi Covid -19 dengan cara buka tutup. kafe dan karaoke ini melakukan dengan penuh tipu daya karena Dari luar tidak tampak buka.

Pengunjung baru bisa masuk apabila sudah order by phone. Setelah itu, pengunjung baru bisa masuk melalui portal 1, dimana petugas portal 1 meminta untuk dihubungkan dari dalam, setelah yang dari dalam keluar, baru bisa masuk lagi ke Portal 2 yang selanjutnya pengunjung bisa mendapatkan pelayanan.

Wakapolres Tulungagung Kompol Yoghi Hadisetiawan kepada wartawan membenarkan penggerebekan tersebut. Saat petugas ke lokasi , kafe buka dan didapati beberapa pengunjung dan karyawan .Petugas langsung membawanya ke Mapolres .

“Berawal dari aduan masyarakat jika kafe buka saat malam hari. Setelah dicek ke lokasi ternyata informasi tersebut benar ” Kata Yoghy.

Yaghy menambahkan jika ditemukan unsur pidana maka akan diproses hukum, namun jika tidak ditemukan akan diserahkan ke pihak Pol PP selaku penegak perda dan jam malam .

Ditempat berbeda Ketua LSM AMPTA Hery Widodo mengecam keras atas bukanya kafe dan karaoke Maxi tersebut. Pihaknya juga menuntut instansi terkait untuk melakukan tindakan yang tegas. Pasalnya, pengelola tidak mengindahkan aturan pemerintah ditengah pandemi Covid-19.

“Apalagi yang dilakukan oleh Maxi ini sudah penuh dengan tipu daya,” tegasnya.

Hery mengungkapkan, Pemkab Tulungagung tidak boleh mentoleransi hal ini dan kafe/karaoke Maxi harus ditutup. Terlebih, perubahan nama yang sebelumnya Yess, lalu Markas, dan saat ini adalah Maxi juga wajib dicurigai.

“Tiba-tiba kafe tersebut berubah nama dan pemilik, yang seharusnya semua pengurusan ijin, harus dimulai dari awal,” ujarnya.

Ironinya lanjut Hery, disaat anak-anak sekolah belum boleh masuk, namun kafe-kafe sudah ada yang nekat buka. Pihaknya menduga kasus ini tidak hanya di Maxi saja.

Reporter : Sigit Okre
Editor     : C sant

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *