Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Insiden Spion Mobil Rusak di Karnaval Sambirobyong Tulungagung Berakhir Damai, Pelaku Ternyata Warga Tetangga

7
×

Insiden Spion Mobil Rusak di Karnaval Sambirobyong Tulungagung Berakhir Damai, Pelaku Ternyata Warga Tetangga

Sebarkan artikel ini

Kepala Desa Sambirobyong Gus Munip mempertemukan Para pihak terkait kejadian pemecahan spion ( Foto: Mualiamin)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — Kemeriahan pawai karnaval dalam rangka Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, sempat diwarnai aksi perusakan pada Sabtu malam (5/9/2026). Satu unit mobil milik penonton asal Boyolangu menjadi sasaran perusakan hingga kaca spionnya pecah.

Baca Juga : Mantan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Bantah Peras 16 Kepala OPD dan Terima Gratifikasi Rp5 Miliar

Insiden tersebut sempat memicu emosi warga dan ramai diperbincangkan di tengah kerumunan massa penonton karnaval.

Pelaku Diduga Mengalami Keterbatasan Mental

​Guna mencegah persoalan meluas, proses mediasi mendadak digelar di Kantor Desa Sambirobyong pada Senin (7/9/2026). Pertemuan tersebut mempertemukan korban asal Boyolangu dengan terduga pelaku yang diamankan.

​Mediasi disaksikan langsung oleh jajaran Polsek Sumbergempol beserta perangkat desa setempat.

Baca Juga : Sempat Viral dan Resahkan Warga Pulosari, Pria Misterius Pengintip Rumah di Tulungagung Akhirnya Ditangkap Polisi

Kepala Desa Sambirobyong, Gus Munip, memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi yang beredar di lapangan. Ia memastikan pelaku bukan warga desanya, apalagi panitia penyelenggara.

​”Pelaku bernama Toja, warga Desa Bukur. Dari informasi yang kami terima, yang bersangkutan diduga memiliki keterbatasan mental. Yang jelas, bukan warga Desa Sambirobyong dan bukan panitia karnaval,” tegas Gus Munip.

Sepakat Sepakat Berdamai Secara Kekeluargaan

​Setelah mendengarkan penjelasan dan kondisi objektif terduga pelaku, pihak korban akhirnya melunak. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan perusakan spion mobil tersebut melalui jalan kekeluargaan tanpa melanjutkannya ke jalur hukum.

Baca Juga : Innalillahi, Sopir Truk Tebu Ditemukan Meninggal di Dalam Kabin Saat Antre di PG Mojopanggung Tulungagung

Pesta rakyat yang menyedot antusiasme ribuan warga ini pun ditutup dengan penandatanganan nota perdamaian di kantor desa.

​Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa kemeriahan pesta rakyat sepatutnya tetap menjaga ketertiban, keselamatan, serta saling menghormati hak sesama pengunjung.