TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Nasib apes menimpa Mukono, warga Desa Picisan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Rumah beserta kandang kambing miliknya hangus terbakar pada Rabu pagi akibat dipicu oleh kobaran api pembakaran sampah atau diang yang semula ditujukan untuk menghangatkan hewan ternak.
Peristiwa kebakaran hebat ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, saat kondisi sekitar lokasi kejadian masih sepi.
BACA JUGA : Strategi SMKN Rejotangan Tulungagung Hadirkan Layanan Pembelajaran Vokasi yang Lebih Berdampak
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung, Iwan Supriyono, membenarkan insiden tersebut.
Menurutnya, sumber api diduga kuat berasal dari aktivitas pembuatan diang (perapian) untuk mengusir nyamuk di sekitar kandang.
”Kebakaran itu diduga kuat berasal dari api pembakaran sampah untuk penghangat ternak dan mengusir nyamuk di sekitar kandang milik korban,” ujar Iwan saat dikonfirmasi.
Begitu menerima laporan dari warga, DPKP Tulungagung langsung menerjunkan tim rescue dan armada pemadam ke lokasi kejadian.
BACA JUGA : TUNTUT TRANSPARANSI POKIR! Ratusan Massa GEMPAR Kepung DPRD Tulungagung, Desak KPK Turun Tangan
Mengingat material bangunan yang didominasi bahan mudah terbakar, petugas membutuhkan waktu hingga 1,5 jam untuk menjinakkan si jago merah dan memastikan tidak ada sisa api tersembunyi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian material yang diderita korban tergolong cukup besar. Kebakaran tersebut melahap habis aset-aset berharga milik korban yang berada di dalam bangunan.
”Akibat kebakaran tersebut, 6 ekor kambing, gabah satu ton, pupuk padi, dan perabotan rumah tangga ludes terbakar,” jelas Iwan merinci dampak kerusakan.
BACA JUGA : Urat Nadi Baru! Jembatan Garuda Desa Kates Diresmikan, Akses Ekonomi Tulungagung Makin Melesat
Belajar dari kejadian ini, pihak DPKP Kabupaten Tulungagung mengimbau keras kepada masyarakat, khususnya para peternak, untuk lebih waspada saat membuat perapian di sekitar area kandang.
”Kami mengimbau masyarakat yang ingin membuat penghangat ternak atau diang, agar memastikan jarak aman dari benda yang mudah terbakar agar peristiwa serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya.






