Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Kebakaran Seluas 3 Hektare Melanda Gunung Budheg Tulungagung, Satwa Dilindungi Terancam

32
×

Kebakaran Seluas 3 Hektare Melanda Gunung Budheg Tulungagung, Satwa Dilindungi Terancam

Sebarkan artikel ini

Kebakaran Seluas 3 Hektare Melanda Gunung Budheg Tulungagung ( Dedik santoso ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Budheg yang berlokasi di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, pada Senin (10/8/2026). Amuk si jago merah yang melalap area seluas 3 hektare tersebut kini mengancam kelestarian vegetasi lokal serta habitat satwa dilindungi.

​Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Budheg, Agus Utomo, mengungkapkan bahwa titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 12.00 WIB di area lereng bagian selatan, tepat di atas pemukiman warga.

​Namun, ia merasa janggal mengingat lokasi awal munculnya api merupakan area terisolasi yang jarang tersentuh aktivitas manusia.

Baca Juga: Kandang Ayam di Gondang Tulungagung Ludes Terbakar, 7 Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang

“Titik awal lokasi kebakaran itu tidak ada akses jalan ke sana. Tidak ada aktivitas perladangan dan tidak ada orang yang lalu-lalang di titik tersebut,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Api Merembet Cepat, Diduga Akibat Ulah Oknum

Kondisi cuaca kemarau yang kering ditambah embusan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat membesar dan menyebar ke area puncak gunung. Api bahkan sempat merembet mendekati kawasan pemukiman penduduk sebelum akhirnya berhasil disekat oleh petugas gabungan.

​Agus menduga kuat peristiwa ini dipicu oleh tindakan oknum tidak bertanggung jawab. Salah satu dugaan mengarah pada kebiasaan oknum pencari pakan ternak yang sengaja membakar rumput kering saat kemarau agar rumput baru dapat tumbuh segar ketika musim hujan tiba.

Baca Juga: Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Warga Tulungagung, Puskesmas Kauman Gelar Program Cek Kesehatan Gratis

“Salah satu dampak buruk dari kejadian ini adalah rusaknya tanaman bambu milik warga. Selain itu, ekosistem satwa dilindungi yang mendiami kawasan ini, seperti landak dan trenggiling, juga berada dalam ancaman serius,” terangnya.

Padamkan Api Pakai Alat Seadanya

​Mendapat laporan kebakaran, personel gabungan dari Polsek Campurdarat, Perhutani, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung langsung diterjunkan ke lokasi.
​Proses pemadaman menghadapi kendala berat akibat medan yang terjal, sehingga armada mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api secara langsung.

​”Proses pemadaman dan penyekatan terpaksa dilakukan secara manual menggunakan alat seadanya karena kendaraan damkar tidak bisa masuk ke lokasi,” pungkas Agus.

​Petugas bersama warga dan pengelola wisata hingga kini terus bersiaga untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan di sekitar kawasan lereng Gunung Budheg.