Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Pemkab Tulungagung Tinjau 11 Titik Proyek Strategis, Pembangunan Jembatan Junjung Dikebut Rampung Awal Desember 2026

5
×

Pemkab Tulungagung Tinjau 11 Titik Proyek Strategis, Pembangunan Jembatan Junjung Dikebut Rampung Awal Desember 2026

Sebarkan artikel ini

Asisten II Tranggono (topi putih) didampingi Kepala Dinas PUPR Tulungagung Erwin Novianto dan Kabag Administrasi Pembangunan Farid Abadi saat monitoring pekerjaan infrastruktur jembatan di Desa Junjung / Ist

​TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menunjukkan komitmen tinggi dalam mengawal percepatan pembangunan daerah. Bersama Tim Pengendali, Pemkab melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik proyek infrastruktur strategis, salah satunya pembangunan Jembatan Junjung di Kecamatan Boyolangu, Jumat (25/09/2026).

​Peninjauan lapangan yang menyasar 11 titik lokasi proyek ini dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tulungagung, Tranggono,  didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Erwin Novianto, serta Kabag Administrasi Pembangunan, Farid Abadi.

​Progres Jembatan Junjung Tembus 40 Persen

Dalam tinjauannya di Desa Junjung, Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin Novianto, mengungkapkan rasa optimisnya bahwa pengerjaan fisik jembatan vital ini bakal rampung lebih cepat dari jadwal kontrak yang ditetapkan.

​Baca Juga: KONI dan Pemkab Tulungagung Guyur Atlet Berprestasi dengan Reward Rp190 Juta, Dongkrak Semangat Hadapi Porprov Jatim

Berdasarkan pantauan di lapangan, realisasi pekerjaan fisik saat ini telah menunjukkan hasil positif dan menyentuh angka 40 persen. Angka tersebut tercatat masih di atas jalur perencanaan awal.

​”Saat ini progresnya sudah mencapai 40 persen. Jadi masih di atas perencanaan sehingga tidak ada keterlambatan,” ujar Erwin.

​Lebih lanjut, Erwin membeberkan bahwa agenda pengerjaan fisik akan memasuki tahap krusial pada pekan depan, yakni pemasangan gelagar (girder) jembatan. Dengan terpasangnya konstruksi utama tersebut, persentase penyelesaian proyek diproyeksikan melonjak drastis hingga melampaui 70 persen.

​Kendati dalam dokumen kontrak batas akhir penyelesaian dijadwalkan hingga penghujung Desember 2026, pihak Dinas PUPR optimis akses penghubung tersebut sudah bisa dibuka untuk umum lebih cepat.

​Baca Juga: Mantan PNS Asal Tulungagung Kehilangan Uang Pensiun Rp545 Juta, Tergiur Investasi Saham dan Kripto Fiktif Jaringan Internasional

“Targetnya paling tidak pada awal Desember 2026 ini sudah selesai dan bisa difungsikan kembali oleh masyarakat,” tandasnya.

​Pantau Sektor Fisik, Pertanian, hingga Kesehatan Hewan

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Tranggono, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur jembatan semata, melainkan mencakup lintas sektor pembangunan daerah mulai dari sektor fisik, pertanian, hingga bidang kesehatan hewan dan peternakan.

​”Selain monitoring pada pekerjaan infrastruktur jembatan, kami juga memantau pengerjaan di bidang pertanian serta bidang kesehatan hewan dan peternakan,” papar Tranggono.

​Tranggono menegaskan, pemantauan berkala di 11 titik lokasi ini dilakukan semata-mata untuk memastikan seluruh program kerja pemerintah daerah dapat tuntas tepat waktu dengan tetap mengedepankan mutu serta kualitas hasil pekerjaan yang prima.

​Baca Juga: Tulungagung Jadi Lokus Uji Coba Nasional KRIS dan RBKP, Kemenkes Beri Apresiasi Kesiapan Faskes

Di samping aspek teknis pembangunan, Pemkab Tulungagung juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga sekitar yang turut memberikan dukungan aktif selama proses konstruksi berjalan. Partisipasi masyarakat ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) sehingga fasilitas umum yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang demi menggerakkan roda perekonomian lokal.