TULUNGAGUNG, AJTVV.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Tulungagung terus memperkuat organisasi sekaligus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu terobosan yang diluncurkan adalah gerakan pengumpulan minyak jelantah yang hasil penjualannya akan diwakafkan untuk pembangunan Rumah PAN Tulungagung.
Program tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II DPD PAN Tulungagung yang digelar pada Minggu (28/6). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) tingkat kecamatan dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) tingkat desa se-Kabupaten Tulungagung.
Rakerda II turut dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Andra Bani Sagalane serta Ketua DPW PAN Jawa Timur Ahmad Rizki Sadig.
Fokus Perkuat Organisasi
Ketua DPD PAN Tulungagung, Rijal Abdullah, mengatakan Rakerda II tahun ini difokuskan pada dua agenda besar, yakni memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan peran sosial kader di tengah masyarakat.
Menurutnya, penguatan internal menjadi fondasi utama agar organisasi mampu menjalankan program-program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami sedang fokus pada penguatan internal organisasi, baik dari sisi struktur maupun sistem kerja. Selain itu, kami juga menjalankan gerakan sosial melalui program Relawan Pengumpul Jelantah,” ujar Rijal.
Ia menjelaskan, pelantikan pengurus mulai tingkat kecamatan hingga desa merupakan bagian dari konsolidasi organisasi. Dengan struktur kepengurusan yang lebih lengkap, koordinasi antar kader diharapkan semakin efektif dalam menjalankan program partai di lapangan.
BACA JUGA : TRADISI MINTA HUJAN, PLT BUPATI TULUNGAGUNG AJAK MASYARAKAT LESTARIKAN SENI TIBAN TANPA DENDAM
Rakerda II juga menjadi momentum untuk menyelaraskan arah kebijakan organisasi dengan berbagai program sosial yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Jelantah Bernilai Ekonomi dan Lingkungan
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam Rakerda II adalah gerakan Relawan Pengumpul Jelantah. Melalui program ini, masyarakat diajak mengumpulkan minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah yang kemudian akan dijual kepada pihak pembeli (offtaker).
Hasil penjualan minyak jelantah tersebut selanjutnya diwakafkan untuk pembelian lahan serta pembangunan Rumah PAN Tulungagung.
“Jelantah yang terkumpul akan dibeli oleh offtaker, lalu hasil penjualannya diwakafkan untuk pembelian tanah dan pembangunan Rumah PAN Tulungagung,” jelas Rijal.
Menurutnya, gerakan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi organisasi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang sembarangan dapat dikelola menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pembangunan fasilitas organisasi.
Melalui program tersebut, PAN Tulungagung berharap mampu mengajak masyarakat berpartisipasi dalam gerakan yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung pembangunan Rumah PAN sebagai pusat kegiatan dan pelayanan organisasi di Kabupaten Tulungagung







