Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Pemkab Tulungagung Pastikan Stok BBM Subsidi Aman, Masyarakat Diimbau Tak Panic Buying

×

Pemkab Tulungagung Pastikan Stok BBM Subsidi Aman, Masyarakat Diimbau Tak Panic Buying

Sebarkan artikel ini

ILUSTRASI SPBU: Papan penunjuk harga di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. Pemkab Tulungagung memastikan stok pasokan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar aman hingga akhir tahun 2026. (Foto: Dokumen/ajttv.com)

TULUNGAGUNG. AJTTV.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar di wilayah setempat berada dalam kondisi aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2026.

​Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Tulungagung, Catur Hermono, mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari PT Pertamina, sisa kuota BBM subsidi untuk Tulungagung masih sangat mencukupi kebutuhan masyarakat.

​”Hingga September 2026, realisasi penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite sudah mencapai 79.744 kiloliter atau sekitar 78 persen dari total kuota tahunan sebanyak 102.343 kiloliter. Sehingga sisa kuota Pertalite saat ini masih ada 22.599 kiloliter,” ujar Catur, Jumat (16/10/2026).

​Sementara itu, untuk jenis Biosolar, dari total alokasi kuota sebesar 60.726 kiloliter, realisasi hingga September telah menyerap 49.184 kiloliter atau sekitar 81 persen. Artinya, sisa kuota Biosolar yang tersedia masih tersisa 11.542 kiloliter.

​Berdasarkan catatan Pemkab Tulungagung, rata-rata konsumsi harian masyarakat tiap bulannya menghabiskan sekitar 8.860 kiloliter Pertalite dan 5.465 kiloliter Biosolar. Dengan kalkulasi tersebut, sisa pasokan dipastikan dapat menopang kebutuhan hingga penutupan tahun.

​”Melihat ketersediaan yang ada, kami belum mengajukan usulan penambahan kuota ke Pertamina karena pasokan BBM subsidi ini dinilai masih sangat cukup,” terangnya.

​Penjelasan Soal Kelangkaan dan Antrean di SPBU

​Terkait keluhan masyarakat mengenai keterlambatan pasokan dan kekosongan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir, Catur tidak menampiknya. Ia membenarkan adanya sedikit kendala teknis dalam distribusi dari pihak Pertamina.

​”Dalam dua atau tiga hari terakhir ini memang ada keterlambatan pengiriman dari Pertamina. Saya sempat mengecek langsung ke beberapa SPBU dan memang ada yang kosong, khususnya Pertalite. Namun sebenarnya, pengiriman tetap dilakukan setiap hari,” jelas Catur.

​Mengenai fenomena antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah SPBU, Catur menilai hal tersebut dipicu oleh respons ketakutan masyarakat (panic buying) saat melihat stok di SPBU langganan mereka kosong.

​”Dimungkinkan ada sedikit panic buying di masyarakat ketika melihat stok BBM di SPBU kosong. Biasanya terjadi di pagi hari. Namun saat kami lakukan pemantauan langsung, situasi kembali normal dan tidak ada antrean panjang,” pungkasnya.

​Pemkab Tulungagung pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi di lapangan tetap stabil dan kondusif.