Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Perkuat Kesehatan Relawan Bencana Jawa Timur, LMI Rescue Gabung Program Kolaborasi Internasional

33
×

Perkuat Kesehatan Relawan Bencana Jawa Timur, LMI Rescue Gabung Program Kolaborasi Internasional

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, AJTTV.COM — LMI Rescue turut ambil bagian dalam International Collaborative Programme: Health Assessment & Policy Support Programme for Disaster Response Volunteers di Jawa Timur. Program internasional ini berfokus pada penguatan kesehatan fisik, mental, serta dukungan kebijakan bagi para relawan penanggulangan bencana.

​Kegiatan yang diikuti sekitar 100 relawan kebencanaan se-Jawa Timur ini berlangsung selama dua hari, 19–20 Agustus 2026, bertempat di Aula Taman Edukasi Bencana BPBD Provinsi Jawa Timur.

​Program ini merupakan buah kolaborasi antarlembaga, meliputi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Chiba Institute of Science (CIS) Jepang, Universitas Budi Luhur, serta BPBD Provinsi Jawa Timur.

​Sejumlah tokoh dan akademisi hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Prof. Ryo Tanaka (Chiba Institute of Science Jepang), Prof. Ma’mun Nuryana (Peneliti Utama BRIN), perwakilan Universitas Budi Luhur, serta Sekretaris BPBD Jatim Andhika N. Sudigda dan Kabid PK BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara yang hadir mewakili Kalaksa BPBD Jatim.

BACA JUGA : Polres Tulungagung Bekuk Komplotan Curanmor Lintas Kota, Satu Unit Motor dan Kunci T Diamankan

​Pemeriksaan Fisik dan Mental Relawan

​Rangkaian agenda diawali pada Rabu (19/8/2026) dengan seremoni pembukaan, sosialisasi pengisian instrumen pemeriksaan kesehatan, pendataan peserta, dan kuliah umum. Sementara pada Kamis (20/8/2026), dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan fisik dan mental Batch 1 yang dipandu langsung oleh tim CIS Jepang.

​Lilik Handayani, perwakilan Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana (RNPB) mitra Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim, menegaskan pentingnya partisipasi relawan dalam kegiatan ini.

​”Kami bersama sekitar 100 relawan kebencanaan se-Jawa Timur mengikuti seluruh rangkaian program sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan ketahanan relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar Lilik.

​Garda Terdepan Butuh Perlindungan Kesehatan

​Humanitarian Program LAZNAS LMI, Susanto, menyampaikan bahwa kesehatan personel di lapangan merupakan prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.

​”Relawan merupakan garda terdepan dalam setiap penanganan bencana. Karena itu, kesehatan fisik dan mental relawan harus menjadi perhatian. Relawan tidak hanya dituntut siap membantu masyarakat, tetapi juga harus dalam kondisi sehat agar mampu bertugas secara aman dan berkelanjutan,” jelas Susanto.

​Melalui keterlibatan ini, LMI Rescue berkomitmen memperkuat kapasitas sumber daya relawan dan mendorong terciptanya kebijakan perlindungan kesehatan relawan kebencanaan yang lebih komprehensif di Jawa Timur.