Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Ribuan Warga Rela Berdesakan Demi Sembako Klenteng Tjoe Tik Kiong, Cermin Nyata Potret Kemiskinan di Tulungagung

45
×

Ribuan Warga Rela Berdesakan Demi Sembako Klenteng Tjoe Tik Kiong, Cermin Nyata Potret Kemiskinan di Tulungagung

Sebarkan artikel ini

Ribuan Warga Rela Berdesakan Demi Sembako Klenteng Tjoe Tik Kiong ( anang ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Antrean mengular dan aksi saling berdesakan mewarnai pembagian paket sembako gratis dalam rangka ritual sembahyang Pho Touw atau Ulambana di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Ribuan warga dari berbagai kalangan bahkan rela datang sejak pagi hari demi mengamankan satu paket kebutuhan pokok.

​Pemandangan ini tak sekadar tradisi tahunan umat Tri Dharma, melainkan menjadi potret nyata masih tingginya ketergantungan sebagian masyarakat terhadap bantuan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar pokok harian.
​Sejak jam 10.00 WIB, halaman klenteng telah dipadati warga, termasuk lansia serta para ibu yang membawa balita. Petugas gabungan dari TNI dan Polri bahkan harus bekerja ekstra keras mengatur jalur antrean agar kericuhan dapat dihindari.

Baca Juga : Lepas 20 Pemain GSI ke Kota Batu, Plt. Bupati Tulungagung Pesan Jaga Sportivitas dan Kekompakan

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, ikut mengantre sambil menggendong anaknya yang masih balita, mengaku rela berdesakan demi mendapatkan paket sembako. Bagi masyarakat kecil seperti dirinya, bantuan ini menjadi penambal beban dapur di tengah tingginya harga bahan pokok.

​“Lumayan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan mengirit uang belanja,” ungkapnya di lokasi.

​Pengurus Klenteng Tjoe Tik Kiong, Wibitono, menjelaskan bahwa sembahyang Pho Touw diselenggarakan setiap tanggal 15 bulan ketujuh kalender Imlek untuk mendoakan arwah leluhur serta arwah terlantar. Sebagai wujud kepedulian sosial, pihak klenteng membagikan sebanyak 2.600 paket sembako yang berisi beras, gula, minyak goreng, dan mi instan.

Baca Juga : Laka Maut di Jalan Raya Batokan Tulungagung, Pelajar SMPN 1 Ngantru Meninggal Dunia

Namun, jumlah warga yang datang tahun ini membludak melebihi perkiraan panitia, hingga menarik perhatian warga dari luar daerah.

​“Tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Mereka yang ngantre kabarnya ada juga dari luar kota, seperti Kediri dan Nganjuk,” kata Wibitono.

​Tingginya antusiasme warga hingga meluap ke luar kawasan klenteng ini menegaskan realitas sosial ekonomi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya. Antrean ribuan jiwa hanya demi sepaket beras dan minyak goreng menjadi alarm tegas mengenai masih tebalnya garis kemiskinan dan rentannya daya beli masyarakat bawah.