Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Usung Tema ‘Hambeging Bumi’, Pemkab Trenggalek Sebar 11.000 Kantong Udik dan Jamas Pusaka di Hari Jadi ke-832

52
×

Usung Tema ‘Hambeging Bumi’, Pemkab Trenggalek Sebar 11.000 Kantong Udik dan Jamas Pusaka di Hari Jadi ke-832

Sebarkan artikel ini

Pemkab Trenggalek Sebar 11.000 Kantong Udik dan Jamas Pusaka di Hari Jadi ke-832 ( Ari Teni ajttv.com)

TRENGGALEK, AJTTV.COM – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyiapkan Rangkaian Tradisi dan Doa Bersama untuk menyambut Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek. Dengan mengusung tema “Hambeging Bumi”, peringatan tahun ini menyajikan beragam prosesi sakral dan pesta rakyat, mulai dari pembagian 11.000 kantong udik, pemotongan Tumpeng Paes Agung, hingga Jamasan Pusaka.

​Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara ini disiapkan khusus untuk dinikmati bersama oleh masyarakat luas. Selain Tumpeng Paes Agung sebagai simbol utama, Pemkab juga menyediakan deretan tumpeng kecil yang disajikan gratis bagi warga yang hadir.

​“Jumlah 11.000 kantong udik itu memiliki makna memohon kawelasan (belas kasih) dari Allah lewat ribuan malaikat, semoga mereka ditugaskan menjaga dan memberi pertolongan bagi seluruh Trenggalek,” ujar Nur Arifin.

Baca Juga : Dua Penggali Sumur di Trenggalek Tewas Tertimbun Galian Kedalaman 13 Meter

Menariknya, Peringatan Hari Jadi ke-832 kali ini bertepatan dengan bulan Mulud atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum spiritual ini dimanfaatkan sebagai sarana memanjatkan doa bersama guna memohon keberkahan, keselamatan daerah, serta syafaat Rasulullah SAW.

​Sebelum memasuki acara puncak, rangkaian peringatan telah diawali dengan ritual Metri Bumi serta ziarah ke makam para tokoh pelopor dan mantan pemimpin Trenggalek terdahulu. Prosesi berlanjut pada ritual Jamasan Pusaka yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

​Dalam prosesi jamasan tersebut, terdapat enam pusaka daerah yang disucikan, yaitu Songsong Ayom Sih, Tumbak Kyai Wignyo Murti, Songsong Tunggul Nogo, Songsong Tunggul Projo, Tumbak Kyai Karawelang, serta Lambang Jwalita Praja Karana. Dua di antara pusaka tersebut merupakan anugerah bersejarah dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Baca Juga : Hemat Waktu Warga, Jembatan Penghubung Antar Desa di Jombok Trenggalek Rampung Dibangun

Tak hanya ritual adat, pesta rakyat juga dimeriahkan dengan pagelaran seni tradisional Tiban yang melibatkan para bergodo tani, serta perlombaan panjat pinang. Atraksi seni Tiban sendiri diselipkan sebagai wujud doa spritual agar bumi Trenggalek kian subur, limpahan panen melimpah, dan pasokan air pertanian tetap terjaga.

​Melalui perpaduan nilai budaya, doa, dan pesta kebersamaan warga ini, Peringatan Hari Jadi ke-832 diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat rasa cinta terhadap warisan leluhur sekaligus menjaga Trenggalek agar tetap aman, makmur, dan penuh keberkahan.