Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Dua Penggali Sumur di Trenggalek Tewas Tertimbun Galian Kedalaman 13 Meter

66
×

Dua Penggali Sumur di Trenggalek Tewas Tertimbun Galian Kedalaman 13 Meter

Sebarkan artikel ini

Tim Rescue Pos Sar Trenggalek mengevakuasi Dua Penggali Sumur Tewas Tertimbun Galian Kedalaman 13 Meter ( Ari Temi ajttv.com)

TRENGGALEK, AJTTV.COM – Nasib naas menimpa dua orang penggali sumur di Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Korban bernama Nur Rohman (46) dan Jemiyo (57) ditemukan tewas setelah tertimbun material galian di dalam sumur sedalam 13 meter pada Selasa (4/8/2026) dini hari.

​Kedua korban berhasil dievakuasi oleh Tim Rescue Pos SAR Trenggalek bersama unsur SAR gabungan setelah melalui proses penyelamatan yang tergolong rumit akibat kondisi ruang terbatas (confined space).

Dinding Sumur Ambrol Tiba-tiba

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut bermula pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 11.40 WIB. Saat itu, Nur Rohman dan Jemiyo sedang bekerja di dalam sumur untuk menambah kedalamannya.

Baca Juga: Balita 4 Bulan Terkunci di Mobil Parkiran Kedai Kopi Tulungagung

Namun, tanpa diduga, dinding galian sumur mendadak ambrol dan meruntuhkan material tanah bercampur batu tebal yang langsung menimbun tubuh kedua pekerja di dasar sumur. Saksi mata yang melihat kejadian tersebut langsung melaporkannya kepada petugas setempat untuk meminta bantuan.

Evakuasi Gunakan Tabung Oksigen Mandiri (SCBA)

​Menerima laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya selaku Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., segera memberangkatkan satu tim rescue Pos SAR Trenggalek ke lokasi kejadian guna menyusun strategi evakuasi bersama instansi terkait.

Baca Juga: KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar: Ambulans LMI Siaga Sambut Korban Selamat di Pelabuhan Tanjung Perak

Nanang menjelaskan, medan evakuasi memiliki risiko tinggi karena tergolong ruang terbatas yang rawan penumpukan gas beracun serta minim pasokan oksigen.

​”Seorang rescuer diturunkan ke dasar sumur menggunakan sistem vertical rescue untuk menjangkau kedua korban. Karena kondisi ruang terbatas berpotensi memiliki kadar oksigen rendah maupun gas beracun, petugas dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA),” ujar Nanang, Selasa (4/8/2026).

​Penggunaan SCBA menjadi peralatan vital untuk memastikan pasokan udara mandiri bagi personel SAR sekaligus melindungi mereka dari bahaya paparan gas beracun yang tak kasat mata.

Jenazah Berhasil Dievakuasi Dini Hari

​Setelah berhasil menjangkau posisi kedua korban di dasar sumur, rescuer memasangkan tali evakuasi pada tubuh korban. Demi keselamatan personel, petugas penyelamat terlebih dahulu ditarik kembali ke permukaan sebelum proses pengangkatan jenazah dilakukan secara bergantian.

​Jenazah Jemiyo (57) berhasil diangkat ke permukaan pada pukul 01.05 WIB. Sementara jenazah Nur Rohman (46) berhasil dievakuasi selang beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 01.30 WIB.

Baca Juga: Senyum Terakhir Sari Sukoco Sebelum Digulung Api KMP Mutiara Sentosa II: Janji Nikah Tahun Ini yang Tak Pernah Terwujud

Komandan Tim Rescue Pos SAR Trenggalek, Ahmad Taufik, mengungkapkan bahwa kendala terbesar di lapangan adalah struktur dinding sumur yang labil dan rentan mengalami longsor susulan, ditambah tebalnya material tanah bercampur batu yang menimpa tubuh korban.

​”Proses evakuasi berjalan lancar dan aman meski medan sangat berisiko tinggi. Usai dievakuasi, kedua jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk diproses pemakamannya,” terang Ahmad Taufik.

​Operasi SAR ini berjalan sukses berkat sinergi gabungan antara Tim Rescue Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, Dinas Pemadam Kebakaran, Koramil Panggul, Polsek Panggul, serta bantuan dari warga masyarakat sekitar.