Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Tangis Histeris Anak Iringi Pemakaman Terduga Maling Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa

40
×

Tangis Histeris Anak Iringi Pemakaman Terduga Maling Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa

Sebarkan artikel ini

TABANAN, AJTTV.COM — Suasana duka mendalam menyelimuti pemakaman seorang pria berinisial KD di Bali. Tangis histeris putri bungsu korban pecah di tengah kerumunan pelayat saat mengantarkan sang ayah ke peristirahatan terakhir. Rekaman video momen pilu tersebut mendadak tular di media sosial dan memicu empati publik.

​KD tewas usai menjadi korban pengeroyokan massa setelah diduga terpergok mencuri seekor ayam aduan. Peristiwa tragis ini memantik keprihatinan banyak pihak, termasuk pemerintah desa setempat dan Kementerian HAM.

​Anak Masih Berstatus Pelajar SD dan SMA
​Kepala Desa (Perbekel) Sidetapa, I Made Sutama, mengonfirmasi bahwa almarhum meninggalkan tiga orang anak yang masih membutuhkan perhatian.

​”Anaknya ada tiga. Yang paling besar sudah menikah, anak kedua masih kelas 1 SMA, dan yang bungsu masih kelas 1 SD,” ungkap Sutama saat dihubungi, Minggu (26/7/2026).

​Sutama mengaku sangat terpukul saat mendampingi proses penjemputan jenazah dan melihat langsung duka mendalam yang dialami anak-anak korban. Meski demikian, pihak keluarga memilih untuk mengikhlaskan kepergian almarhum dan menganggapnya sebagai musibah tanpa menempuh jalur hukum.

​Walau memahami keresahan warga yang sering kehilangan ternak, Sutama menyayangkan aksi main hakim sendiri yang berujung fatal tersebut.
​”Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang. Negara kita adalah negara hukum. Jika menemukan terduga pelaku, cukup amankan dan serahkan ke kepolisian,” tegasnya.

​Kronologi Kejadian: Berawal dari Kekesalan Warga

​Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden amuk massa ini terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.

​Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan bahwa terduga pelaku kepergok saat hendak mengambil ayam aduan milik warga setempat berinisial IWS (31). Emosi warga dengan cepat membakar situasi lantaran kawasan tersebut belakangan kerap disatroni pencuri ternak.

​”Warga sudah cukup lama mengeluhkan kasus kehilangan ternak ayam di wilayah tersebut, sehingga saat pelaku tertangkap tangan, situasi langsung memanas,” kata Iptu Wiwik, Minggu (26/7/2026).

​Massa yang terprovokasi mengeroyok KD hingga tidak sadarkan diri. Tak hanya itu, sepeda motor yang digunakan terduga pelaku juga hangus dibakar warga di lokasi kejadian.

​Ketika petugas dari Polsek Baturiti tiba di TKP sekitar pukul 02.00 WITA, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

​Polisi Usut Kasus Pengeroyokan

​Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga milik pelaku, di antaranya ​1 ekor ayam milik korban,​1 bilah golok, ​1 buah tas berisi tang, ketapel, batu, serta sejumlah uang tunai

​Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RS Semara Ratih. Polisi menegaskan bahwa penanganan kasus ini berjalan dua arah: menyelidiki dugaan tindak pidana pencurian sekaligus mengusut aksi pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

​”Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk mengidentifikasi para terduga pelaku pengeroyokan,” pungkas Iptu Wiwik.