Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Tekan Stunting, Puskesmas Besuki Tulungagung Gulirkan Program PMT Berbasis Pangan Lokal

78
×

Tekan Stunting, Puskesmas Besuki Tulungagung Gulirkan Program PMT Berbasis Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Puskesmas Besuki, Kabupaten Tulungagung, resmi menggulirkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal 2026. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita, sekaligus mempercepat penanganan serta pencegahan stunting di wilayah Besuki.

​Program yang memanfaatkan bahan pangan bernutrisi dari lingkungan sekitar ini dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, terhitung mulai 23 Juli hingga 26 November 2026.

BACA JUGA : Fenomena Pasangan Muda Tulungagung: Semester I 2026, Angka Perceraian Melonjak Naik 11,19 Persen

​Kepala Puskesmas Besuki, Muyati, menyampaikan bahwa intervensi gizi ini menyasar kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus agar tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal.

​”Melalui program ini, kami berharap status gizi ibu hamil dan balita dapat meningkat. Pemanfaatan pangan lokal juga menjadi bagian dari upaya edukasi menciptakan pola makan sehat yang berkelanjutan dan mudah diterapkan oleh masyarakat,” ujar Muyati, Jumat (31/7).

​Berdasarkan data Puskesmas Besuki, sasaran penerima manfaat program PMT Berbasis Pangan Lokal tahun ini mencakup 7 ibu hamil, 15 balita gizi kurang, 16 balita berat badan kurang, serta 153 balita yang mengalami tren berat badan tidak naik atau tetap (kategori T).

BACA JUGA : Usai Susuri Rumah Hantu Mall di Tulungagung, Wanita 39 Tahun Meninggal Dunia

​Tidak hanya sekadar membagikan asupan bergizi, program ini juga dirancang sebagai sarana edukasi bagi keluarga. Puskesmas Besuki membekali para orang tua dengan pengetahuan pengelolaan bahan pangan lokal yang terjangkau dan mudah didapat di lingkungan sekitar menjadi sajian kaya nutrisi harian.

​Melalui sinergi bersama masyarakat dan pihak terkait, Puskesmas Besuki optimistis program ini dapat menekan angka masalah gizi secara signifikan serta mencetak generasi mendatang yang lebih sehat dan bebas stunting.