Scroll untuk baca artikel
KABAR DAERAH

Antisipasi Gesekan Pesilat, Polres Tulungagung Terjunkan 823 Personel Gabungan Amankan Pengesahan PSHT

160
×

Antisipasi Gesekan Pesilat, Polres Tulungagung Terjunkan 823 Personel Gabungan Amankan Pengesahan PSHT

Sebarkan artikel ini

Foto : Ilustrasi Personel Gabungan Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT di Tulungagung ( Anang Yulianto ajttv.com)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung mengerahkan kekuatan penuh guna mengamankan jalannya kegiatan pengesahan warga baru perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada Selasa (16/6/2026). Sedikitnya 823 personel gabungan diterjunkan langsung ke sejumlah titik rawan guna menjaga situasi tetap kondusif.

​Kapolres Tulungagung, AKBP Ihram Kustarto, menegaskan bahwa ratusan personel ini merupakan gabungan dari unsur kepolisian, TNI, instansi pemerintah daerah, hingga tim pengamanan internal dari perguruan silat itu sendiri.

​”Koordinasi lintas sektor sudah kami matangkan dengan baik agar seluruh rangkaian kegiatan pengesahan warga baru PSHT ini dapat berlangsung aman, tertib, dan damai,” ujar AKBP Ihram Kustarto, Selasa (16/6/2026).

Ikrar Damai Antarperguruan Silat

​Guna meminimalkan risiko gesekan di akar rumput, pihak perguruan silat di Tulungagung sebelumnya telah melakukan deklarasi dan ikrar damai. Komitmen bersama ini diharapkan mampu mempererat kerukunan antarpesilat di wilayah Tulungagung.

Baca Juga: Parkir Sembarangan di Trotoar, Puluhan Pengendara di Kota Tulungagung Langsung Ditilang Petugas Gabungan

“Seluruh pihak telah bersepakat untuk terus menjaga hubungan harmonis, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi selama perayaan berlangsung,” tambah AKBP Ihram.

​Di lokasi terpisah, Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Maga Fidri Isdiawan, menjelaskan bahwa operasi pengamanan ini tidak hanya berjalan sesaat, melainkan akan terus disiagakan hingga seluruh aktivitas masyarakat menyambut 1 Suro rampung dilaksanakan.

Penyekatan di Tiga Titik Perbatasan

​Mengantisipasi adanya mobilisasi massa dari luar daerah, pihak kepolisian juga memperketat penjagaan di wilayah perbatasan Kabupaten Tulungagung. Titik penyekatan dan penebalan personel dipusatkan di perbatasan dengan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Trenggalek.

Baca Juga: Bebas Biaya Parkir, Pemilik Kendaraan Berpelat Trenggalek Diminta Tolak Bayar

​”Kami siagakan personel ekstra di jalur-jalur perbatasan untuk meminimalkan potensi konflik atau gesekan antara rombongan pesilat dengan masyarakat umum,” tutur Kompol Maga.

​Berdasarkan data panitia pelaksana, total warga baru yang akan disahkan mencapai 1.415 orang yang berasal dari 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung. Kepolisian memprediksi pergerakan massa penggembira atau simpatisan yang mengiringi jalannya acara bisa menembus angka 5.000 orang.

Baca Juga: AJT Soroti Ranperda Parkir Berlangganan di Tulungagung: Pelayanan dan Keadilan Jadi Prioritas

Menyikapi hal tersebut, Kompol Maga mengimbau keras agar para simpatisan tidak melakukan aksi konvoi di jalan raya yang dapat mengganggu ketertiban umum.

​”Kami meminta para penggembira tetap memantau jalannya kegiatan dari wilayah masing-masing dan tidak melakukan konvoi lintas daerah demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.