Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin/ Doc: ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Penjabat (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, resmi melakukan penyegaran pada jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini masih berstatus kosong atau dijabat oleh pelaksana tugas. Langkah strategis ini diambil guna menghapus praktik rangkap jabatan yang dinilai membebani kinerja birokrasi.
Dalam keterangannya pada Jumat (8/5/2026), Ahmad Baharudin menegaskan bahwa pengisian jabatan ini bertujuan agar roda pemerintahan selama masa transisi dapat berjalan lebih optimal dan fokus.
”Kami melakukan pengisian pada jabatan Plt Kepala Dinas yang sebelumnya masih ‘dobel’. Targetnya ada tiga OPD yang kami segarkan agar pimpinan bisa lebih fokus pada tupoksinya masing-masing,” ujar Baharudin.
Libatkan Pejabat Senior dan Asisten Setda
Penyegaran ini menyasar tiga instansi krusial, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Dinas Pendidikan (Disdik). Menariknya, Pemkab memilih menempatkan para Asisten Sekretariat Daerah (Setda) untuk mengisi kekosongan tersebut karena faktor senioritas dan pengalaman.
Berikut adalah rincian perubahan struktur Plt di lingkungan Pemkab Tulungagung.
Plt Kepala DLH Kini dijabat oleh Anang Prastitianto (Asisten III), menggantikan Suyanto (Kepala Dispertan).
Plt Kepala Bapenda dipercayakan kepada Tranggono (Asisten II), menggantikan Sonny Jatmiko.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kini diemban oleh Fajar Widarianto (Kepala Disperindag), menggantikan Deni Susanti.
Optimalisasi Staf Ahli
Meski telah melakukan perombakan di tiga titik, Baharudin mengakui masih ada posisi Plt yang belum tersentuh, seperti di Dinas Perkim dan DPMD. Namun, untuk saat ini pihaknya belum berencana melakukan lelang jabatan atau pengisian pejabat definitif dalam waktu dekat.
Sebagai gantinya, Plt Bupati akan memaksimalkan peran Staf Ahli sebagai “tim pemeta masalah”. Para pejabat senior di posisi Staf Ahli akan diminta turun tangan langsung membantu bupati dalam membedah dan menyelesaikan persoalan internal di setiap instansi.
”Untuk jabatan definitif, kami belum memikirkan ke sana. Fokus kami sekarang adalah mengoptimalkan peran senior, termasuk para staf ahli, untuk memastikan setiap kendala di OPD bisa segera teratasi,” pungkasnya.












