Jembatan Gondang Tulungagung /Istimewa
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Akses utama yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dengan Kabupaten Trenggalek akan mengalami penutupan total selama tujuh bulan ke depan. Hal ini menyusul rencana pembongkaran dan pembangunan kembali Jembatan Gondang yang terletak di ruas jalan nasional tersebut.
Berdasarkan rencana kerja dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), proyek konstruksi dijadwalkan mulai berjalan pada 25 Mei hingga 30 November 2026. Namun, demi memastikan keamanan dan proses sterilisasi beton, akses jalan baru akan dibuka kembali untuk umum pada 11 Desember 2026.
Alasan Keamanan dan Konstruksi Baru
KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainuddin, menjelaskan bahwa kondisi struktur bawah atau kaki jembatan saat ini telah mengalami kerusakan parah. Jika terus digunakan tanpa perbaikan menyeluruh, kondisi tersebut sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
”Informasinya nanti akan dibongkar total dan dibangun kembali dengan konstruksi baru. Mengingat urgensi keselamatan, penutupan total harus dilakukan selama pengerjaan berlangsung,” ujar Iptu Zainuddin dalam keterangannya, Kamis (14/5).
Skema Rekayasa Lalu Lintas
Guna menjaga kelancaran mobilitas warga dan logistik, Satlantas Polres Tulungagung telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas.
Untuk Kendaraan Berat (Roda Enam atau Truk Tonase Besar):
Kendaraan dari arah Tulungagung dialihkan melalui rute selatan mulai dari Tamanan menuju Boyolangu, kemudian mengarah ke Campurdarat, Pakel, hingga sampai di Simpang Empat Bandung. Dari titik tersebut, kendaraan diarahkan ke utara menuju Simpang Empat Durenan hingga bertemu kembali dengan jalur utama menuju Trenggalek.
Untuk Kendaraan Pribadi dan Sepeda Motor:
Pengguna kendaraan kecil dapat memanfaatkan jalur alternatif di sisi timur Polsek Kalangbret. Rutenya melintasi Simpang Empat Cabe, kemudian belok ke kanan hingga tembus di kawasan Koramil Gondang. Sejumlah ruas jalan lingkungan di sekitar lokasi proyek juga disiapkan untuk menampung volume kendaraan roda dua.
Persiapan Rapat Lanjutan
Iptu Zainuddin menambahkan bahwa skema pengalihan arus ini merupakan hasil koordinasi awal dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pihak kepolisian akan menggelar rapat kedua untuk mematangkan titik-titik penempatan personel dan rambu penunjuk jalan.
Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi waktu perjalanan dan selalu mematuhi instruksi petugas di lapangan guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur-jalur alternatif












