Dinkes Trenggalek Genjot Skrining Kesehatan Remaja dan Deteksi TBC ( Ari temi ajttv.com)
TRENGGALEK, AJTTV.COM – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Trenggalek semakin gencar memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kali ini, intervensi difokuskan pada lingkungan pondok pesantren guna memantau kondisi kesehatan para santri sejak dini.
Setidaknya ada 700 santri dan santriwati di Pondok Pesantren Ar-Ridwan, Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, yang mengikuti pemeriksaan massal ini pada Jumat (29/5/2026). Langkah jemput bola ini sengaja diambil pemerintah daerah sebagai strategi mendeteksi potensi gangguan kesehatan pada kelompok usia remaja.
Program ini sukses terlaksana berkat sinergi lintas sektor antara Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Dinkes PPKB Trenggalek, serta manajemen Ponpes Ar-Ridwan.
Baca Juga : Peringatan Keras, Program Cek Kesehatan Gratis di Tulungagung Baru Sentuh 15 Persen Penduduk!
Plt Kepala Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek, drg. Andiek Muarifin, mengungkapkan bahwa pemantauan kesehatan secara berkala di lingkungan pesantren sangat krusial. Sebab, para santri merupakan kelompok usia produktif yang memegang peranan penting bagi masa depan daerah.
”Hari ini kami menggelar kegiatan cek kesehatan gratis di Pondok Pesantren Ar-Ridwan. Aksi nyata ini merupakan buah kolaborasi erat antara Kemenko PMK, Dinas Kesehatan Trenggalek, dan pengasuh pondok pesantren,” terang drg. Andiek di lokasi kegiatan.
Fokus Pemeriksaan Menyeluruh
Dalam aksi tersebut, tim medis melakukan skrining secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya menyasar penyakit tidak menular (PTM), melainkan juga evaluasi status gizi, tumbuh kembang remaja, serta kesehatan indra penglihatan dan pendengaran.
Tak kalah penting, petugas juga melakukan skrining khusus untuk mengantisipasi penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) di area asrama.
”Apabila petugas menemukan adanya masalah kesehatan pada diri santri, kami tentu bisa langsung menindaklanjutinya lebih dini agar penyakit tersebut tidak memperparah kondisi pasien,” tegasnya.
Untuk mempercepat proses pemeriksaan dan menghindari kerumunan, Dinkes Trenggalek menerjunkan sedikitnya 10 tim medis yang didatangkan dari 10 puskesmas berbeda.
Baca Juga: BNNK Tulungagung Gelar Donor Darah dan Skrining Kesehatan Gratis dalam Rangka HANI 2025
Target Ambil Bagian 345 Ribu Jiwa
Sebagai informasi, program Cek Kesehatan Gratis ini sudah digulirkan oleh Dinkes Trenggalek sejak Februari 2025 dan terus dilanjutkan secara berkesinambungan setiap tahunnya.
Pada tahun 2026 ini, pihak dinas mematok target ambisius, yakni menyasar 46 persen dari total populasi penduduk Kabupaten Trenggalek, atau setara dengan kurang lebih 345 ribu jiwa dari berbagai kelompok usia.
”Hingga pertengahan Mei 2026 ini, tim kami sudah berhasil merealisasikan capaian pemeriksaan kesehatan gratis di Trenggalek hingga 19,45 persen, atau menyentuh sekitar 147.075 jiwa,” urai drg. Andiek optimis.
Respons Positif dari Kalangan Santri
Salah satu santri MTs Muallimin Muallimat Ar-Ridwan, Arkhan Favian Haidar Rizqi, mengaku sangat terbantu dengan adanya program pemeriksaan gratis masuk pesantren ini. Arkhan mengikuti serangkaian tes mulai dari pengukuran berat dan tinggi badan hingga cek laboratorium dasar.
Baca Juga : Menko PMK Pratikno Tinjau Program Cek Kesehatan Gratis di Bojonegoro, Targetkan 53,8 Juta Siswa
“Tadi petugas memeriksa tinggi badan dan berat badan saya, lalu berlanjut ke cek kadar gula darah. Alhamdulillah, tim medis menyatakan hasilnya sehat semua,” ungkap Arkhan dengan nada ceria.
Selain mendapat fasilitas periksa gratis, ratusan santri di lokasi juga dibekali dengan edukasi mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Petugas mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri, pola makan teratur, hingga disiplin menjaga kebersihan lingkungan kamar dan asrama.












