BLITAR, AJTTV.COM – Gelombang protes terkait kondisi infrastruktur dan lingkungan di Kabupaten Blitar kembali bergulir. Puluhan massa yang tergabung dalam Lembaga 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera” mendatangi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk menggelar audiensi pada Kamis (6/8/2026) pagi.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini membawa sejumlah tuntutan krusial, mulai dari kerusakan jalan di berbagai wilayah, minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga tingginya polusi debu akibat aktivitas angkutan tambang pasir yang dikeluhkan mengganggu kesehatan warga.
BACA JUGA : Plt Bupati Tulungagung Bagikan 10 Ribu Bendera Merah Putih Kepada Seluruh Camat
Namun, audiensi yang berjalan selama 1,5 jam tersebut dinilai belum memuaskan. Pasalnya, Bupati Blitar beserta Ketua DPRD Kabupaten Blitar tidak hadir dalam forum tersebut.
Pemerintah daerah saat itu diwakili oleh Kepala Bakesbangpol, Kepala Dinas PUPR, dan Staf Ahli Bupati, karena pimpinan daerah sedang menghadiri agenda resmi peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702.
Ketua Umum Lembaga 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera”, Rahmat Putra Perdana (Mas Dana), menegaskan bahwa pihaknya menghormati agenda resmi daerah. Namun, ia menilai substansi persoalan yang dibawa masyarakat membutuhkan keputusan langsung dari pengambil kebijakan tertinggi.
BACA JUGA : Balita 4 Bulan Terkunci di Mobil Parkiran Kedai Kopi Tulungagung
”Kami meminta agar audiensi ini dijadwalkan ulang dengan menghadirkan Bupati Blitar secara langsung. Persoalan yang kami sampaikan merupakan aspirasi masyarakat yang membutuhkan keputusan nyata. Kondisi jalan di berbagai kecamatan saat ini sangat memprihatinkan dan harus segera mendapatkan perhatian,” ujar Mas Dana.
Hal senada disampaikan oleh tokoh masyarakat Kabupaten Blitar, Nur Rohim. Ia berharap Pemkab Blitar segera memberikan kepastian jadwal pertemuan susulan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
”Kami berharap pemerintah segera menentukan jadwal audiensi ulang sehingga masyarakat memperoleh kepastian. Komunikasi yang baik sangat penting agar situasi tetap kondusif,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas DPP Lembaga 212 Loro Siji Loro, Robet Avandi, mengusulkan agar audiensi susulan dapat dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026. Pertimbangan tersebut diambil mengingat puncak acara Hari Jadi Kabupaten Blitar diperkirakan telah selesai.
”Kami berharap pada Senin mendatang audiensi dapat terlaksana dengan kehadiran Bupati beserta jajaran terkait, sehingga seluruh tuntutan masyarakat dapat dibahas dan menghasilkan solusi yang konkret,” ungkap Robet.
Meski diwarnai kekecewaan akibat absennya pimpinan daerah, seluruh rangkaian forum audiensi berlangsung secara tertib, aman, dan terbuka. Pihak perwakilan Pemkab Blitar telah menampung seluruh masukan yang disampaikan dan diharapkan segera menetapkan jadwal audiensi lanjutan demi menjawab kebutuhan mendesak warga Blitar.







