Scroll untuk baca artikel
BERITA NASIONALBERITA TERBARU

Pascagempa Magnitudo 7,7 NTT, Otoritas Fokus Sterilisasi Infrastruktur Transportasi

31
×

Pascagempa Magnitudo 7,7 NTT, Otoritas Fokus Sterilisasi Infrastruktur Transportasi

Sebarkan artikel ini

NTT, AJTTV.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pasca-gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah utara Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kendati demikian, masyarakat diminta tidak melonggarkan kewaspadaan seiring terdeteksinya ratusan aktivitas seismik susulan.

Gempa dangkal berkedalaman 15 kilometer tersebut berpusat di kawasan laut, 30 kilometer timur laut Kabupaten Nagekeo. Hantaman getaran masif ini sempat memicu kepanikan massal di sepanjang pesisir utara NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan, sebelum akhirnya status ancaman tsunami dinyatakan berakhir sepenuhnya pada pukul 07.30 WIB.

“Peringatan dini tsunami sudah berakhir. Namun, hingga menjelang siang ini, stasiun monitoring kami telah mencatat sedikitnya 111 rentetan gempa susulan,” jelas Kepala BMKG dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

BACA JUGA : Diduga Oleng ke Jalur Kanan, Truk Boks Hantam Pemotor di Jalan Raya Bendosewu Blitar

Fasilitas Transportasi Alami Kerusakan

Struktural Guncangan seismik dilaporkan berdampak pada sejumlah infrastruktur vital dan fasilitas publik di beberapa kabupaten. Di Labuan Bajo, material plafon di area lobi Hotel Jayakarta dilaporkan runtuh. Sementara di Kabupaten Ruteng, panel atap Bandara Frans Sales Lega juga mengalami kerusakan struktural ringan akibat guncangan beruntun.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT mengonfirmasi bahwa penanganan darurat saat ini difokuskan pada penilaian dampak struktural bangunan publik, termasuk fasilitas di Pelabuhan Maumere yang sempat mengalami keretakan.

Korban Jiwa dan Imbauan Resmi

Hingga laporan ini diturunkan, data sementara mencatat korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh saat gempa utama terjadi subuh tadi. Otoritas penanggulangan bencana masih terus melakukan pendataan dan verifikasi korban di lapangan.

BACA JUGA : Kolaborasi Hebat! Peringatan HUT Koperasi ke-79 dan HUT RI ke-81 di DEKOPINDA Tulungagung Jadi Momentum Koperasi Naik Kelas

Pemerintah daerah mengimbau warga yang sempat mengungsi ke dataran tinggi untuk memeriksa kondisi fisik hunian mereka secara teliti sebelum kembali masuk.

Masyarakat diingatkan untuk sementara waktu menghindari bangunan bertingkat atau rumah yang memiliki keretakan struktural baru, guna mengantisipasi risiko roboh akibat gempa susulan yang masih terus berlangsung secara berkala.