Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

ABK Asal Bandung Hilang di Samudra Hindia, Kapal Berangkat dari Pelabuhan Popoh Tulungagung

83
×

ABK Asal Bandung Hilang di Samudra Hindia, Kapal Berangkat dari Pelabuhan Popoh Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Foto : Ilustrasi

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Sumber Sejati dilaporkan hilang saat melaut di kawasan perairan Samudra Hindia. Korban yang diketahui berangkat dari Pelabuhan Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung tersebut hingga kini masih dalam pencarian.

​Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, membenarkan adanya laporan hilangnya seorang nelayan di atas kapal pencari ikan tersebut.

​”Laporan kami terima dari pihak pengurus kapal. Korban hilang teridentifikasi atas nama Fitra Fauzi Akbar, warga Kampung Simpen, Desa Tenjolayah, Kecamatan Cicalengka, Bandung, Jawa Barat,” ujar Iptu Nanang, Kamis (20/8/2026).

BACA JUGA : Teror King Cobra 3,5 Meter di Garasi Watulimo: Puncak Kemarau Paksa Predator Hutan Turun Gunung

​Kronologi kejadian bermula saat KM Sumber Sejati bertolak melaut membawa 33 ABK dari Pelabuhan Popoh pada 6 Juli 2026 sekitar pukul 18.00 WIB menuju perairan lepas Samudra Hindia.

​Berdasarkan keterangan saksi dan pihak pengurus kapal, keberadaan korban terakhir kali terlihat pada Senin (17/8/2026) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB saat sedang bersantai dan memainkan ponsel bersama rekannya sebelum masuk ke kamar untuk beristirahat.

​Namun, saat seluruh ABK dibangunkan untuk kembali beraktivitas melaut sekitar pukul 03.00 WIB, korban sudah tidak ditemukan di area kapal. Titik koordinat hilangnya korban diperkirakan berada di posisi 11°59’47.00″ LS dan 111°37’39.00″ BT, atau berjarak sekitar 198,83 mil laut (368,24 kilometer) dari bibir pantai.

BACA JUGA : LMI Tambah Personel Rescue dan Logistik Tembus Wilayah Terdampak Gempa M7,7 di NTT

​Menindaklanjuti insiden ini, jajaran Polres Tulungagung langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan guna mengantisipasi dan memantau perkembangan terkait kemungkinan ditemukannya korban.

​”Mengingat lokasi kejadian berada sangat jauh di perairan lepas Samudra Hindia, opsi operasi penyisiran secara langsung sulit dilakukan. Saat ini pemantauan dilakukan melalui jalur koordinasi dan komunikasi maritim,” pungkasnya.