SURABAYA, AJTTV.COM – Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) LMI memperluas jangkauan operasi kemanusiaan dengan mengirimkan tambahan personel rescue, armada operasional, serta pasokan logistik ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (20/8/2026). Langkah ini diambil untuk memperkuat respons pascagempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Flores.
Gempa utama yang berpusat di 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) lalu terus disusul aktivitas kegempaan susulan, termasuk gempa M5,7 di Ruteng, Manggarai pada Kamis hari ini.
Direktur Operasional dan Pengembangan LAZNAS LMI, Johantara Hafiyan Harish Fauzi, menyatakan bahwa pengerahan armada dan personel tambahan ditujukan untuk mempercepat asesmen mendalam serta kelancaran distribusi bantuan ke zona-zona terisolasi.
BACA JUGA : Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Telah Kirim Total 253 Ton Bantuan Logistik ke NTT
”Hari ini LMI memberangkatkan tambahan dua personel rescue dan satu mobil rescue beserta logistik. Tambahan ini akan memperkuat mobilitas tim di lapangan dalam melakukan evakuasi, pendistribusian bantuan, hingga koordinasi lintas relawan,” ujar Johantara di Surabaya, Kamis (20/8/2026).
Humanitarian Program LAZNAS LMI, Susanto, memaparkan bahwa fokus penanganan saat ini tersebar di enam kawasan, yakni Kabupaten Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka. Berdasarkan data kaji cepat LMI Rescue, gempa mengakibatkan 70 orang meninggal dunia, 1.182 orang luka-luka, dan 40.040 jiwa mengungsi. Selain itu, sebanyak 22.365 unit rumah, 653 sekolah, 211 fasilitas kesehatan, 173 tempat ibadah, serta 39 ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan.
Sementara itu, data pemutakhiran BNPB per Kamis pukul 09.00 WIB mencatat dampak menyeluruh di wilayah NTT mencapai 72 korban jiwa, 900 orang luka-luka, serta 82.691 pengungsi. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban, tim di lapangan memprioritaskan penyaluran terpal, alas tidur, air bersih, baby kit, family kit, hygiene kit, selimut, genset, serta sembako.
BACA JUGA : Biasa Cari Rumput di Bantaran Brantas, Pria di Ngunut Tulungagung Ditemukan Tewas Mengapung
Guna mengoptimalkan penyaluran bantuan yang telah menjangkau lebih dari 1.102 penerima manfaat, LMI membagi taktis lapangan ke dalam tiga zona respons utama. Zona 1 di Manggarai Timur difokuskan pada pendirian shelter dan dapur umum, sedangkan Zona 2 di Manggarai Barat mencakup pendirian shelter, dapur umum, serta percepatan evakuasi warga. Untuk Zona 3 yang meliputi Maumere dan Nagekeo, konsentrasi diarahkan pada penyaluran logistik, asesmen pemetaan, dan dukungan evakuasi.
BACA JUGA : Sasar Pinka hingga Alun-Alun, Polsek Tulungagung Kota Jaring 19 Motor Knalpot Brong dan Indikasi Balap Liar
Regional Manager LMI Bali Nusra, Achmad Ramadhani Prakoso, menegaskan posko utama kini berpusat di Mbay, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, dengan sokongan sejumlah pos aju di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka. Seluruh rangkaian operasi kemanusiaan dipastikan terus berlangsung hingga memasuki fase pemulihan masyarakat terdampak.






