Petugas Lapas Kelas IIB Tulungagung menggagalkan upaya penyelundupan puluhan butir pil psikotropika jenis alprazolam yang disembunyikan di dalam botol kopi oleh seorang pengunjung wanita.
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM— Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan puluhan butir obat psikotropika ke dalam area hunian narapidana. Seorang perempuan berinisial VK diamankan setelah kedapatan menyelundupkan 54 butir pil alprazolam yang disembunyikan di dalam botol minuman kopi.
Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Muhammad Kurnia, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 10.40 WIB. Saat itu, petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap seorang warga binaan berinisial BP di area pintu empat usai menerima kunjungan dari istrinya, VK.
Kecurigaan petugas bermula dari gelagat tidak biasa yang ditunjukkan oleh BP pascakunjungan tersebut.
”Petugas mencurigai gerak-gerik BP setelah kunjungan tersebut, sehingga langsung dilakukan pemeriksaan fisik dan barang bawaan secara lebih mendalam,” ujar Kurnia, Kamis (29/10/2026).
Dari hasil penggeledahan mendalam, petugas menemukan sebuah bungkusan mencurigakan yang dilapisi lakban hitam dan disembunyikan di dalam botol minuman kopi bawaan VK. Setelah dibuka, bungkusan itu ternyata berisi tiga klip plastik dengan total 54 butir pil alprazolam.
Diserahkan ke Polres Tulungagung
Sebagai langkah cepat pengamanan, petugas langsung menyita seluruh barang bukti guna mencegah peredaran barang terlarang di dalam lingkungan lapas. Mengingat narapidana BP merupakan warga binaan dalam kasus narkotika, pihak lapas langsung mengambil tindakan tegas.
”Pelaku VK beserta barang bukti telah kami serahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Tulungagung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegas Kurnia.
Di sisi lain, pihak Lapas Tulungagung juga masih memeriksa narapidana BP secara intensif guna mendalami sejauh mana keterlibatannya dalam upaya penyelundupan tersebut. Penanganan kasus ini dipastikan berjalan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.
Kurnia turut mengapresiasi ketelitian serta kesigapan jajarannya di lapangan. Berkat kejelian dan profesionalisme petugas, upaya penyelundupan obat terlarang ke dalam lapas berhasil digagalkan sebelum memicu gangguan keamanan dan ketertiban.






