SURABAYA, AJTTV.COM — Lembaga Amil Zakat Nasional Lembaga Manajemen Infaq (LAZNAS LMI) menerjunkan tim medis serta armada ambulans untuk mendukung pelaksanaan Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana yang digelar di Gedung Pusat Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kegiatan edukasi mitigasi kebencanaan ini digagas oleh Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS dengan melibatkan ribuan pelajar dari wilayah Gerbangkertosusilo.
Humanitarian Program LAZNAS LMI, Susanto, menyampaikan bahwa keterlibatan LMI melalui program GANALA merupakan wujud komitmen nyata dalam berkolaborasi untuk mendukung keselamatan, edukasi, dan kesiapsiagaan bencana sejak dini. Ia menegaskan bahwa keberadaan tim medis dan unit ambulans disiagakan guna memastikan seluruh rangkaian simulasi berjalan dengan aman dan lancar bagi para peserta.
Menurut Susanto, edukasi kebencanaan bagi pelajar merupakan langkah penting untuk membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi situasi darurat. Pengetahuan mengenai cara mengenali bahaya, melindungi diri, melakukan evakuasi, hingga memahami pertolongan pertama perlu diperkenalkan sejak usia sekolah. Melalui dukungan ini, LMI berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan komunitas dapat melahirkan generasi muda yang peduli serta cekatan dalam merespons bencana.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P., yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi sebagai langkah utama menekan risiko bencana. Ia menyebut bahwa kemampuan mengenali potensi bahaya serta melakukan penyelamatan diri menjadi bekal yang sangat krusial sebelum bantuan medis atau tim penyelamat tiba di lokasi.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof. Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., Ph.D. Beliau berharap para peserta dapat menjadi duta kebencanaan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dengan memegang tiga pilar utama kesiapsiagaan, yaitu mengenali ancaman, menyiapkan diri, dan mengambil tindakan yang tepat saat darurat.
Dalam pelaksanaannya, Ketua Pusat Studi MKPI ITS, Hepi Hapsari Handayani, S.T., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan dikemas menarik melalui simulasi interaktif, teknologi Virtual Reality (VR), hingga pameran edukasi. Para siswa SD diajak mengikuti praktik pemadaman api bersama Dinas Pemadam Kebakaran, sedangkan siswa SMP dan SMA dibekali pelatihan keselamatan diri serta prosedur evakuasi oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan ITS bersama BPBD Jawa Timur. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada tujuan pendidikan berkualitas dan kawasan permukiman berkelanjutan.






