TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) menerjunkan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) untuk mengawal dan memastikan ketepatan sasaran pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (3/11/2026).
Ketua Tim Wasev TMMD, Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono,menegaskan bahwa kehadiran tim pengawas bukan sekadar agenda rutin peninjauan administrasi, melainkan langkah krusial untuk mengukur efektivitas dan kualitas seluruh program fisik maupun non-fisik di lapangan.
”Kami turun langsung ke seluruh titik sasaran untuk memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai standar kualitas, tepat waktu, dan yang paling utama, benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat setempat,” tegas Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono saat memberikan arahan di Balai Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Sekretaris Dinas Penerangan Angkatan Darat (Sesdispenad) itu bersama rombongan didampingi jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung dan Dansatgas TMMD Ke-130. Rombongan menyisir seluruh lokasi pengerjaan fisik di wilayah Desa Pojok dan sekitarnya.
Beberapa objek vital yang menjadi fokus pemeriksaan mencakup pengerasan jalan penghubung antardusun untuk akses ekonomi warga, program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga prasejahtera, hingga sarana fasilitas umum desa. Selain itu, Tim Wasev juga mengevaluasi pelaksanaan berbagai kegiatan non-fisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Dari hasil evaluasi lapangan, Mabesad memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian pengerjaan yang dinilai melampaui target berkala, serta solidnya gotong royong antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan warga desa.
”Progres di Desa Pojok ini sangat positif. Kemanunggalan antara TNI dan rakyat di Tulungagung menjadi kunci utama percepatan pembangunan daerah terpencil,” tambah Budyanto.
Program TMMD Ke-130 di Tulungagung ditargetkan tuntas seluruhnya tepat waktu, sehingga hasil pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas umum dapat langsung dimanfaatkan untuk mendongkrak konektivitas serta roda perekonomian masyarakat perdesaan.









