Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
KABAR DAERAH

Mengaku Hendak Dicerai Suami, Seorang Ibu di Tulungagung Tega Bunuh Anaknya

743
×

Mengaku Hendak Dicerai Suami, Seorang Ibu di Tulungagung Tega Bunuh Anaknya

Sebarkan artikel ini
YM,ibu balita di tulungagung ditetapkan jadi tersangka peracun anak balitanya (Foto: Anang/ ajttv.com
Example 468x60

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Teka- Teki kematian SC bocah berusia 5 tahun yang meninggal pada 31 Januari 2024 terkuak. SC dinyatakan tewas akibat dibunuh oleh ibunya sendiri, YM, menggunakan racun.

Terkuaknya kasus ini berawal dari penyelidikan polisi yang menganggap kematian SC tidak wajar.

Example 300x600

Aksi nekat YM membunuh anaknya ini lantaran ancaman suaminya yang berencana untuk menceraikan dan membawa buah hatinya.

Baca Juga : Rumah Warga Trenggalek Rata dengan Tanah Setelah Dilalap si Jago Merah

Karena tak mau berpisah dengan anak semata wayangnya, YM melakukan bunuh diri bersama SC. Namun, nyawa YM bisa diselamatkan, sedang SC ditemukan meninggal di atas tempat tidur.

Kapolres Tulungagung AKBP Arsya Kadafi mengatakan Pada awal kejadian, tersangka sempat mengaku tidak tahu terkait penyebab meninggalnya anak semata wayangnya.

“Awalnya dia bersikukuh tidak tahu penyebab meninggalnya anak ini ” terang Arsya, Senin (26/2).

Petugas tidak percaya begitu saja karena saat menyelidiki kasus ini mendapat informasi jika ada konflik antara tersangka dan suaminya. Konflik ini menjadi pintu masuk petugas untuk melakukan penyelidikan.

Baca Juga : Gedung Kelompok Bermain Kemala Bhayangkari Trenggalek Diresmikan

“Dari informasi ini Akhirnya peristiwa itu mulai ada jalan terang dimana YM mengajak anaknya bunuh diri” ucap dia.

Arsya menyebut dalam pemeriksaan yang dilakukan ditemukan racun dalam tubuh korban. “Dari keterangan dokter ahli, walau setetes pun (racun tikus) tidak boleh ditemukan dalam tubuh manusia,” katanya.

Peristiwa ini berawal saat nenek korban mendapati SC meninggal dunia di tempat tidurnya, Kamis dini hari, 1 Februari 2024 sekitar pukul 3.30. Sementara ibunya dalam kondisi kritis.

Keseharian korban dititipkan pada nenek korban. Sebab kedua orang tuanya bekerja berjualan nasi goreng di Pasar Ngantru.

Baca Juga : Peringatan Isra Miraj, Kapolres Trenggalek Serahkan Santunan ke Anak Yatim Piatu

Korban biasanya dijemput oleh ibunya tiap jam 22.00 WIB untuk diajak pulang. Ayah korban menyusul pulang sekitar pukul 00.00 WIB.

Namun, pada waktu kejadian ibu korban keluhkan sakit dan dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Korban lalu dititipkan pada neneknya.

Nenek korban yang langsung menuju kamar korban dan tidur bersama korban. Nenek korban mengira korban tertidur dan sempat mengipasi tubuh korban

Reporter : Anang

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *