Scroll untuk baca artikel
KABAR DAERAH

Kondisi Tanah Labil di Jalur Trenggalek-Ponorogo, Polisi Berlakukan Sistem Buka-Tutup Lewat Desa Nglinggis

25
×

Kondisi Tanah Labil di Jalur Trenggalek-Ponorogo, Polisi Berlakukan Sistem Buka-Tutup Lewat Desa Nglinggis

Sebarkan artikel ini
foto : jalur rawan bencana

TRENGGALEK, AJTTV.COM Peringatan keras bagi para pengendara yang hendak melintasi jalur nasional penghubung Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo. Jalur utama tersebut saat ini dalam kondisi rawan dan berbahaya akibat kembali terjadinya insiden runtuhnya material batu raksasa tepat di KM 16, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

​Merespons potensi bahaya yang mengancam nyawa pengguna jalan tersebut, jajaran Satlantas Polres Trenggalek langsung bergerak cepat mengambil tindakan preventif di lapangan secara total.

​Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto, mewakili Kapolres AKBP Ridwan Maliki menegaskan, kondisi struktur tanah di sekitar tebing lokasi kejadian saat ini masih sangat labil. Hal ini sangat berisiko memicu longsor susulan, terutama ketika wilayah tersebut diguyur hujan deras.

​”Kemarin memang terjadi runtuhan material batu di KM 16, sehingga sempat kami lakukan penutupan total demi menghindari adanya korban jiwa. Sebagai langkah pencegahan hari ini, kami memasang spanduk peringatan agar pengguna jalan lebih waspada,” tegas AKP Sony Suhartanto, Minggu (24/05/2026).

BACA JUGA: Gelar FGD USAR di Pasuruan, 315 Relawan dan BASARNAS Siapkan Strategi Khusus Hadapi Bangunan Runtuh

​Spanduk Peringatan Dipasang, Sasar Pengendara Luar Kota

​Sedikitnya ada empat spanduk besar bertuliskan “Jalur Rawan Longsor, Hati-hati Berkendara” yang dipasang oleh korps baju cokelat di titik strategis sebelum dan sesudah lokasi longsoran.

​Pemasangan tanda peringatan visual ini sengaja digenjot agar mudah terbaca dengan jelas oleh para pengendara, khususnya bagi warga luar kota yang belum memahami karakteristik medan ekstrem di jalur perbatasan tersebut.

​Selain memasang barikade peringatan, Polres Trenggalek juga menyiagakan personel gabungan secara stasioner di lokasi. Petugas dikerahkan untuk memantau pergerakan tanah tebing secara berkala, mengatur ritme lalu lintas, serta mencegah terjadinya penumpukan kendaraan.

BACA JUGA: Dilempar Gelas Kopi dan Dihajar Suami, Ibu Rumah Tangga di Sumberagung Tulungagung Lapor Polsek Rejotangan

​Setiap perkembangan situasi dan dinamika kondisi terkini di lapangan juga dipastikan akan disosialisasikan secara real-time kepada publik melalui kanal media sosial resmi kepolisian.
​Sistem Buka-Tutup Diberlakukan, Hujan Deras Langsung Tutup Total

​Hingga Minggu malam, pihak kepolisian masih memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas untuk mengurai antrean kendaraan dari kedua arah. Namun, polisi tidak akan segan mengambil tindakan ekstrem jika cuaca memburuk.

​”Saat ini masih diberlakukan sistem buka-tutup. Namun, jika terjadi situasi kontinjensi seperti turun hujan deras atau terdeteksi adanya longsor susulan, kami akan langsung menutup total jalan ini kembali,” urai AKP Sony secara tegas.

BACA JUGA: Geger! Menu Makan Bergizi Gratis di Tulungagung Disebut ‘Tak Manusiawi’, Wali Murid Ngamuk Dikasi Pisang Mentah

​Pihak Satlantas Polres Trenggalek menyatakan terus intens melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk BPBD dan dinas pekerjaan umum, untuk penanganan jangka panjang.

​Fokus utama tim gabungan saat ini difokuskan pada percepatan pembersihan sisa material di bahu jalan serta perbaikan struktur tebing, terutama untuk mengeksekusi titik-titik batu berukuran besar yang masih menggantung dan berpotensi jatuh sewaktu-waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *