KABAR DAERAH

Kronologi Balita Nyasar di Boyolangu Tulungagung Ditemukan Ojol, Sempat Asyik Main HP di Pinggir Jalan

×

Kronologi Balita Nyasar di Boyolangu Tulungagung Ditemukan Ojol, Sempat Asyik Main HP di Pinggir Jalan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI KEBERSAMAAN: Pengemudi ojek online (ojol) bersama sang balita dan orang tuanya setelah insiden penemuan anak yang sempat berkeliaran seorang diri di kawasan Boyolangu, Tulungagung, Jumat (30/10/2026). (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM— Sebuah pemandangan tak biasa menggegerkan warga di sekitar utara pabrik rokok Paku Alam, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jumat (30/10/2026) pagi. Seorang balita perempuan ditemukan seorang diri di pinggir jalan sambil memegang gawai (handphone) tanpa pengawasan orang tua.

​Beruntung, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang melintas di lokasi dengan sigap menghentikan kendaraannya. Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada anak tersebut, sang ojol langsung membawanya ke Polsek Boyolangu guna mendapatkan perlindungan.

​Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih, membenarkan adanya penyerahan anak hilang oleh pengendara ojol tersebut. Berdasarkan laporan di lapangan, balita itu ditemukan dalam kondisi seorang diri di tepi jalan.

Baca Juga:  Gara - Gara Uang 50 Ribu , Pria di Nganjuk Sabet Leher Korban Dengan Parang

​“Pengendara ojol itu berhenti dan melihat balita sendiri dan membawa handphone. Karena takut jika terjadi hal yang tidak diinginkan, pengendara ojol itu menyerahkan balita perempuan ke kantor kami,” ungkap AKP Retno.

​Tak berselang lama setelah anak tersebut berada di polsek, petugas kepolisian langsung bergerak cepat mencari identitas keluarga dengan memeriksa handphone yang dibawa sang anak. Dari hasil penelusuran, petugas mendapati nomor kontak orang tua korban.

​Polisi kemudian berinisiatif melakukan panggilan video (video call) ke nomor tersebut untuk memastikan kebenarannya. Setelah tersambung, diketahui bahwa nomor tersebut benar milik orang tua sang balita yang sedang bingung mencari anaknya.

​“Setelah dihubungi, orang tua bergegas ke kantor polisi untuk menjemput anaknya,” tutur Retno.

Baca Juga:  Pacaran Hingga Hubungan Intim , Pelajar SMP Disetubuhi Pacar Hingga Belasan Kali

​Berdasarkan keterangan pihak keluarga kepada kepolisian, insiden bermula ketika balita tersebut awalnya berada di dalam rumah, sementara orang tuanya tengah menunaikan ibadah salat duha. Diduga, anak tersebut memanfaatkan kelengahan sesaat dan keluar rumah lantaran kondisi pagar tidak terkunci rapat. Terlebih, jarak antara kediaman korban dengan lokasi penemuan terbilang cukup dekat.

​Pihak kepolisian mengimbau para orang tua agar senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak balita, khususnya memastikan pintu atau pagar rumah terkunci dengan aman guna menghindari kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan anak.