TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Aksi saling lempar batu antar-kelompok pemuda pecah di Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. Insiden ini terjadi di tengah iring-iringan konvoi ribuan pesilat yang hendak pulang usai menghadiri sebuah acara.
Kapolsek Pakel, AKP Anwari, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi pada Minggu (28/6/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Massa yang terlibat konvoi merupakan penggembira acara Ijazah Kubro PSNU Pagar Nusa Trenggalek yang sedang melintasi jalur Bandung-Pakel.
BACA JUGA : Gerbong Mutasi Polres Tulungagung Bergerak: Wakapolres dan Kasatlantas Bergeser, Ini Daftar Lengkapnya
Kronologi Kejadian: Pelaku Bersembunyi di Sawah
Menurut AKP Anwari, aksi pelemparan ini tergolong tidak terduga. Pihak kepolisian sebenarnya sudah memetakan titik rawan, namun para pelaku justru memanfaatkan area persawahan yang kering untuk menyergap.
Kejadian berawal dari Sekelompok pemuda bersembunyi di belakang rumah warga.
Saat rombongan konvoi melintas di area persawahan Desa Sambitan, Kecamatan Pakel, kelompok pemuda tersebut tiba-tiba muncul dan melempari massa dengan batu.
Terprovokasi oleh serangan mendadak tersebut, aksi saling lempar batu antar-kedua kelompok pun tidak terhindarkan.
”Awalnya itu sudah kami antisipasi karena biasanya keributan terjadi di sekitar pertigaan Sambitan sama SDN 1, sekarang tidak. Titik lempar di area persawahan karena sawah posisinya kering,” ujar AKP Anwari, Selasa (30/6/2026).
BACA JUGA : Antisipasi Gesekan Pesilat, Polres Tulungagung Terjunkan 823 Personel Gabungan Amankan Pengesahan PSHT
Kaca Mobil Resmob Polres Tulungagung Pecah
Meskipun situasi sempat memanas dan mencekam, polisi memastikan tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini. Kendati demikian, satu unit kendaraan dinas kepolisian mengalami kerusakan.
Akibat kejadian tersebut, Kaca depan mobil Resmob Polres Tulungagung pecah terkena lemparan batu saat petugas mencoba mengamankan lokasi.
Untuk meredakan situasi, pihak Polsek Pakel langsung berkoordinasi untuk menarik pasukan tambahan.
“Saat itu juga pasukan Dalmas yang ada di Sambitan kami tarik ke TKP untuk mengurangi dan melerai massa,” imbuh Anwari.
Sempat Macet Satu Jam, Kondisi Kondusif
Akibat bentrokan tersebut, arus lalu lintas di ruas jalan Bandung-Pakel sempat lumpuh total. Rombongan konvoi dan pengguna jalan lain tertahan selama kurang lebih satu jam karena polisi harus menyisir dan membersihkan lokasi dari sisa-sisa gangguan keamanan.
Setelah situasi berhasil dikendalikan dan massa dibubarkan, jalur tersebut kembali dibuka normal.
”Alhamdulillah keributan bisa teratasi. Saat ini kondisi sudah aman dan kondusif,” pungkasnya.







