TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Era tahun 90-an hingga 2000-an awal menjadi masa keemasan bagi industri radio di eks-Keresidenan Kediri, khususnya Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya. Di masa ketika media sosial belum lahir, para penyiar radio adalah “selebritas” udara yang suara dan kehadirannya selalu dinantikan oleh ribuan pendengar setia.
Melalui ruang nostalgia yang kembali hangat diperbincangkan publik baru-baru ini, ingatan masyarakat diajak melintasi waktu untuk mengenang kembali para punggawa udara yang pernah membesarkan nama-nama stasiun radio legendaris seperti Radio Paramita Jaya, Perkasa FM, Liiur FM, hingga Pandowo FM.
BACA JUGA : Cegah Korsleting dan Listrik Padam, Polisi bersama PLN Razia Layang-Layang di Jalur SUTT Tulungagung
Jejak Karier dan Sosok Doni Iswara
Salah satu nama yang memiliki tempat tersendiri di hati pendengar adalah Doni Iswara. Mengawali kiprahnya di dunia penyiaran lewat Radio Paramita Jaya, ia dikenal memiliki karakter vokal yang kuat dan pembawaan yang luwes. Seiring perkembangan media, Doni Iswara juga sempat dikenal dengan nama panggung Dony Slendro saat mengudara di Perkasa FM Tulungagung, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan siarannya di Liiur FM.
Selain Doni, nama Yan Kasianto atau yang akrab disapa Bung Yan juga menjadi sosok penyiar jadul Paramita Jaya yang foto-foto lawasnya kembali memicu kerinduan para pencinta radio lawas.
Mengenang Sang Maestro: Fendy Pratama
Publik dan komunitas pencinta radio jadul juga banyak mengenang sosok Fendy Pratama. Penyiar legendaris seangkatan almarhum Abdi Prayoga (Aryo Jumbo) di Radio Paramita Jaya ini dikenal sebagai figur yang sangat berdedikasi di dunia penyiaran.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menggunakan nama udara Angga Keling saat memandu program di Perkasa FM. Dedikasinya yang tinggi membawa Fendy Pratama dipercaya menjabat sebagai Kepala Studio Pandowo FM Tulungagung, sebelum akhirnya ia berpindah tugas untuk menakhodai Radio Kamajaya FM di Kabupaten Trenggalek.
Meski kini Fendy Pratama telah berpulang ke rahmatullah, doa-doa terbaik dari para mantan pendengar setianya terus mengalir agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya (husnul khatimah).
Sederet Nama yang Pernah Mewarnai Udara Tulungagung
Dunia penyiaran Tulungagung tidak akan sekaya ini tanpa kehadiran puluhan penyiar berbakat lainnya. Beberapa nama besar yang tercatat pernah menemani keseharian warga melalui berbagai gelombang stasiun radio (seperti RGR FM, RKS FM, Joss FM, Jaya FM, hingga ST FM) antara lain Bung Erwin, Bung Hendro, Bung Ali Joharta, dan Johan Subrata.
Ada lagi Chandra Kusuma, Beta Maulana, Yu Kiki Riska, Kang Panji Asmara, dan Gaguk Bachtiar.
Faizal Antonio, Bung Yayas Permadi, Fuad Syaiful Anam, Raka Sipit, dan Mbah Suryat.
Oky Agusta, Vera Kusuma, Tomy Wangsit, Faris Ramadhan, Nanda Sasmita, dan Ida Kusuma.
Mega Kristi, Bung Sony Andika, Anik Sunyahnyoh, Clarita Subagya, Diaz Arimbi, dan Roro Marem Palupi. Beng2 Wibowo, almarhum Edo Bramantya, Resti Sentanu, Helmy Jantiko, serta Yosi Arrow.
Meskipun zaman kini telah berubah total ke arah digital, jejak suara, sapaan hangat, dan untaian kalimat penyejuk hati dari para penyiar legend ini akan selalu menjadi bagian dari catatan sejarah manis industri kreatif di Bumi Gayatri.






