Scroll untuk baca artikel
BERITA TERBARUKABAR DAERAH

Teror King Cobra 3,5 Meter di Garasi Watulimo: Puncak Kemarau Paksa Predator Hutan Turun Gunung

83
×

Teror King Cobra 3,5 Meter di Garasi Watulimo: Puncak Kemarau Paksa Predator Hutan Turun Gunung

Sebarkan artikel ini

TRENGGALEK, AJTTV.COM — Puncak musim kemarau di pesisir selatan Jawa Timur mulai memicu fenomena migrasi satwa liar ke pemukiman penduduk . Warga Dusun Krajan, Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, dikejutkan oleh kemunculan seekor ular King Cobra (Ophiophagus hannah) raksasa sepanjang 3,5 meter yang menyelinap ke dalam garasi rumah warga pada Rabu (19/8/2026) malam.

Predator puncak tersebut ditemukan bersarang tepat di bawah kolong mobil dinas milik warga. Proses evakuasi baru berhasil dituntaskan pada Kamis (20/8/2026) siang oleh Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Kebakaran Kabupaten Trenggalek setelah melalui drama ketat selama hampir setengah jam.

Evakuasi Taktis di Ruang SempitPosisi ular yang melingkar di sela-sela mesin bagian bawah kendaraan menyulitkan petugas untuk melakukan penanganan cepat Menggunakan tongkat penjepit khusus (snake gripper), tim rescue harus merayap di bawah lantai garasi dengan tingkat risiko gigitan yang sangat tinggi.

BACA JUGA : LMI Tambah Personel Rescue dan Logistik Tembus Wilayah Terdampak Gempa M7,7 di NTT

Plt. Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, membenarkan bahwa agresivitas ular meningkat diduga akibat stres perubahan suhu udara lapangan.

“Ular sempat beberapa kali berdiri dan mendesis menyerang saat dipancing keluar dari kolong mobil. Karakteristik King Cobra Watulimo ini sangat agresif karena ukuran tubuhnya yang besar dan memiliki suplai bisa neurotoksin yang melimpah. Beruntung, personel kami menggunakan teknik blind-spot diversion (pengalihan pandangan) sehingga kepala ular bisa dikunci tanpa melukai reptil tersebut,” jelas Triadi saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026)

Kemarau dan Migrasi Satwa ke Area Lembap

Fenomena masuknya ular berbisa ke rumah warga di kawasan Watulimo bukan tanpa alasan. Lokasi geografis Kecamatan Watulimo yang dikelilingi hutan lindung dan perkebunan cengkih membuat pemukiman warga menjadi area terdekat yang dicari satwa saat habitat asli mereka mulai mengering.

BACA JUGA : Niat Mancing Berujung Maut, Pria di Tulungagung Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Madiun BKSDA Jawa Timur, Siti Maimunah, menjelaskan bahwa perilaku menyimpang dari reptil ini murni didorong oleh insting bertahan hidup mencari sumber air dan tempat perlindungan yang sejuk

.”Pada puncak kemarau bulan Agustus ini, kelembapan di dalam hutan menurun drastis. Garasi mobil, kamar mandi, atau kolong dapur rumah warga adalah area yang sangat ideal bagi ular untuk mendinginkan suhu tubuh mereka. Selain itu, pemukiman warga biasanya memancing datangnya tikus atau ular kecil yang merupakan rantai makanan utama mereka,” ungkap Siti Maimunah

BACA JUGA : Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Telah Kirim Total 253 Ton Bantuan Logistik ke NTT

Pihak BKSDA memastikan ular King Cobra seberat belasan kilogram tersebut saat ini sudah diamankan di posko Damkar. Selanjutnya, satwa dilindungi ini akan dibawa ke kawasan zona inti hutan lindung yang jauh dari jangkauan manusia untuk dilepasliarkan kembali.

Prosedur Darurat bagi Masyarakat

Damkar Trenggalek menegaskan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan gegabah atau mencoba menangkap ular berbisa tinggi secara mandiri tanpa alat pelindung diri (APD) yang memadai.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan temuan satwa liar berbahaya melalui hotline darurat Damkar Trenggalek. Layanan penyelamatan satwa (animal rescue) ini dipastikan bersiaga penuh 24 jam dan sama sekali tidak dipungut biaya atau gratis bagi seluruh warga Kabupaten Trenggalek.