BLITAR, AJTTV.COM— Kendati hujan ringan mulai mengguyur sejumlah kawasan di Kota Blitar dalam beberapa hari terakhir, ancaman krisis air bersih justru semakin meluas. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar, wilayah terdampak kekeringan kini bertambah menjadi empat kelurahan.
Sebelumnya, krisis air bersih akibat menyusutnya sumur warga hanya melanda Kelurahan Ngadirejo dan Kelurahan Sentul di Kecamatan Kepanjenkidul. Namun, kini wilayah terdampak meluas ke Kelurahan Pakunden dan Kelurahan Karangsari.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, menjelaskan bahwa perluasan krisis air ini merupakan dampak lanjutan dari kemarau panjang yang intensitasnya belum sepenuhnya teratasi oleh curah hujan yang mulai turun.
“Memang sudah ada beberapa wilayah yang mulai turun hujan, tetapi dampak kemarau panjang masih terasa. Sekarang kekeringan meluas ke Pakunden dan Karangsari,” ujar Agus Suherli, Minggu (1/11/2026).
Minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan debit air sumur warga merosot drastis hingga kering total. Dampaknya, sebanyak 187 jiwa dari 53 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di empat kelurahan tersebut kini kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kota Blitar terus mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih. Sejak 21 Oktober hingga akhir Oktober 2026, tercatat sebanyak 43.000 liter air bersih telah didistribusikan ke lokasi-lokasi terdampak.
Dalam operasional harian, BPBD mengimbau armada tangki untuk mengirim pasokan air berkisar antara 2.000 hingga 3.000 liter per hari, menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan serta permintaan warga di lapangan.
“Setiap hari kami mendistribusikan sekitar 2 ribu sampai 3 ribu liter air bersih. Jumlahnya menyesuaikan kebutuhan dan permintaan warga di lapangan,” kata Agus.
Pihak BPBD juga meminta masyarakat yang mengalami krisis air bersih untuk aktif melapor, baik melalui kantor kelurahan setempat maupun langsung ke markas BPBD Kota Blitar. Langkah ini penting agar petugas dapat segera melakukan asesmen cepat dan menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi.
“Kalau ada warga yang kesulitan air bersih, silakan melapor ke kelurahan atau langsung ke BPBD. Nanti kami lakukan asesmen agar kebutuhan air bersih bisa segera ditangani,” pungkasnya.









