TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Suasana di SMKN 1 Tulungagung mendadak riuh. Bukan karena ada tawuran, melainkan kedatangan rombongan anggota Polisi. Hasilnya, petugas sukses menjaring sembilan unit sepeda motor milik pelajar yang nekat memakai knalpot brong alias bising.
Tak pakai lama, seluruh kendaraan yang kedapatan memekakkan telinga dan pretelan itu langsung diangkut petugas ke Mapolsek Boyolangu.
BACA JUGA : Puluhan Penunggak Pajak Terjaring Razia Gabungan di Depan Crown Tulungagung
”Selain knalpotnya diganti brong, motor-motor ini juga tidak dilengkapi pretelan standar. Makanya langsung kami amankan ke kantor untuk pendataan dan pembinaan,” kata AKP Retno Pujiarsih Kapolsek Boyolangu, saat dikonfirmasi.
Aksi razia di lingkungan sekolah ini sengaja digelar karena maraknya keluhan masyarakat terkait bisingnya suara knalpot non-standar yang sering dipakai anak muda. Polisi menilai, kebiasaan buruk ini sangat mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan lain.
BACA JUGA : Atasi Kebakaran dan Teror Tawon Vespa, Damkar Tulungagung Dekatkan Pasukan ke Wilayah Timur
Di sela-sela penertiban, petugas juga menyempatkan diri mengumpulkan para siswa. Mereka diberikan edukasi langsung agar tidak lagi memodifikasi kendaraan di luar spesifikasi teknis demi keselamatan sendiri.
AKP Retno menegaskan, tindakan tegas ini diambil untuk memotong tren penggunaan knalpot bising sejak dari bangku sekolah.
Pihaknya juga berjanji bakal rutin menggelar razia serupa secara berkala dengan menyisir sekolah-sekolah lain di wilayah Boyolangu.
Langkah tegas kepolisian ini rupanya mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari pihak internal sekolah.
BACA JUGA : Garapan Rampung! JLS Tulungagung Kini Tersambung Penuh, Siap Manjakan Pencinta Road Trip
Kepala Sekolah SMKN 1 Tulungagung, Ning Fadlillah, menyebut kedatangan polisi ke sekolahnya merupakan bentuk sinergi yang tepat untuk mendidik mental para siswa. Menurutnya, aksi bersih-bersih motor brong ini bukan sekadar penegakan aturan yang kaku.
”Ini bentuk edukasi nyata bagi anak-anak. Kami ingin menanamkan karakter disiplin, peduli lingkungan, dan belajar menghormati hak pengguna jalan lain sejak dini,” pungkas Ning Fadlillah.








