Barang bukti BBM jenis solar. Sumber : Istimewa
NGANJUK, AJTTV.COM – Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Nganjuk berhasil membongkar sebuah gudang yang diduga kuat menjadi tempat penimbunan BBM bersubsidi jenis solar di Dusun/Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Selasa (26/5/2026) dini hari.
Petugas mengamankan empat orang yang kini telah resmi menyandang status sebagai tersangka.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadhi, mengatakan, polisi juga menyita dua unit truk yang kondisinya sudah dimodifikasi khusus untuk menyedot dan menampung solar dari sejumlah SPBU.
Baca Juga : gagal-menyalip-dari-kiri-pengendara-vario-asal-trenggalek-tewas-tertabrak-bus-bagong-di-gondang-tulungagung
Kedua armada tersebut masing-masing bernomor polisi K 8436 EF dan AG 7138 VC. Di dalam bak truk, petugas menemukan tangki rahasia serta deretan drum berisi solar subsidi yang sengaja ditutup rapat menggunakan kain terpal.
”Total barang bukti BBM jenis solar subsidi yang berhasil kami sita dari lokasi kejadian diperkirakan mencapai 3.600 liter,” terang AKP Fajar Kurniadhi saat memberikan keterangan resmi.
4 Tersangka Berasal dari Luar Daerah, Modus Masih Didalami
Keempat tersangka yang kini mendekam di sel tahanan Mapolres Nganjuk diketahui merupakan warga dari berbagai daerah. Mereka adalah S asal Karangjati (Ngawi), A (Madiun), O (Grobogan), dan U yang berasal dari Semarang.
AKP Fajar menjelaskan, pengungkapan kasus kakap ini berawal dari adanya aduan dari masyarakat yang curiga dengan aktivitas di gudang tersebut.
”Rekan-rekan Opsnal bersama Kanit Pidsus langsung bergerak cepat menindaklanjuti informasi warga mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi ini,” imbuh Fajar.
Baca Juga : angka-kecelakaan-anak-di-trenggalek-tembus-81-kasus-polisi-kini-sasar-kafe-dan-tempat-nongkrong-remaja
Dikira Hanya Jual Elpiji, Diduga Akan Dipasok ke Sektor Industri
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ribuan liter solar subsidi tersebut sengaja ditimbun dengan cara membeli secara eceran atau berkala dari beberapa SPBU.
Rencananya, solar tersebut akan dijual kembali dengan harga nonsubsidi ke pihak industri atau pabrik-pabrik besar demi meraup keuntungan pribadi yang menggiurkan.
Baca Juga : geger-penemuan-bayi-perempuan-berbungkus-sarung-bantal-di-sawah-tugurejo-kediri-tali-pusar-masih-menempel
Terpisah, Sekretaris Desa Joho, M. Ilham Febrianto, mengaku terkejut dengan adanya penggerebekan di wilayahnya.
”Benar, infonya ada penggerebekan. Namun setahu saya dan warga sekitar, tempat di situ biasanya hanya menjual gas elpiji,” singkat Ilham.






