JAKARTA, AJTTV.COM — Publik tanah air dikejutkan oleh pengumuman besar dari Bareskrim Polri. Tiga perwira tinggi kepolisian resmi disematkan status sebagai tersangka dalam perkara hukum yang amat sensitif
: dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ketiga jenderal yang namanya kini menjadi sorotan tajam tersebut adalah mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Listyo Sigit Prabowo, Kadivkum Polri Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.
Berdasarkan hasil penyidikan kepolisian yang diumumkan pada Selasa (03/11/2026), ketiganya diduga terlibat dalam jaringan penyadapan ilegal yang menyasar berbagai kalangan—mulai dari tokoh politik, insan media, pengusaha, hingga ring 1 kekuasaan—yang disebut-sebut telah beroperasi sejak tahun 2025 lalu.
Sebelum badai hukum ini menghantam karier mereka, ketiganya dikenal sebagai perwira-perwira cemerlang yang memegang kendali di pos-pos strategis negara. Berikut rekam jejak singkat perjalanan karier mereka:
1. Listyo Sigit Prabowo: Eks Kapolri yang Karirnya Berujung Kontroversi
Lahir di Ambon pada 5 Mei 1969, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini memiliki riwayat jabatan yang sangat mentereng. Mulai dari Kapolresta Surakarta, Kapolda Banten, Kadiv Propam, hingga memimpin korps Bhayangkara sebagai Kapolri pada periode 2021 hingga awal Oktober 2026.
Di balik berbagai pengungkapan kasus besar yang pernah dipimpinnya—seperti penangkapan buronan Djoko Tjandra hingga penanganan kasus terorisme—Sigit sempat dipercaya Presiden Prabowo menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Namun, seiring ditetapkannya sebagai tersangka kasus penyadapan, Presiden Prabowo langsung mencopot jabatannya pada 4 November 2026.
2. Irjen Ahrie Sonta Nasution: Mantan Ajudan Presiden yang Meroket Cepat
Lulusan Akpol 2002 ini sempat menorehkan tinta emas dalam pengungkapan sindikat narkotika raksasa, termasuk jaringan narkoba internasional bernilai tonan kilogram. Kariernya melesat tajam setelah menjadi satu-satunya perwira menengah yang mendampingi Listyo Sigit saat uji kelayakan Kapolri di DPR.
Dikenal aktif merespons keluhan publik di media sosial, Ahrie sempat dipercaya menjadi ajudan Presiden Prabowo dari unsur Polri. Pangkatnya melonjak drastis hingga menyandang bintang dua (Irjen) dan diplot sebagai Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri pada Oktober 2026, sebelum akhirnya terseret dalam pusaran kasus hukum ini.
3. Irjen Eko Hadi Santoso: Pemburu Narkoba yang Berakhir di Ruang Penyidikan
Merupakan perwira tinggi lulusan Akpol 1999 yang memegang komando sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Namanya melejit saat menjabat Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pada 2025, di mana ia memimpin berbagai pengungkapan kasus besar, termasuk penangkapan oknum perwira polri yang terlibat sindikat narkoba. Kini, sang pemburu jaringan narkotika tersebut justru harus menghadapi proses hukum di Bareskrim atas dugaan kasus penyadapan.
Hingga kini, proses penyidikan lanjutan terkait skandal yang dinilai sebagai bentuk insubordinasi ini masih terus dikembangkan secara intensif oleh penyidik Bareskrim Polri.









