Razia gabungan melibatkan TNI, Polri, dan BNN di Lapas Kelas IIA Kediri membuahkan hasil nihil handphone dan narkoba, serta seluruh tes urine dinyatakan negatif.
KEDIRI, AJTTV.COM — Komitmen kuat untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar) kembali dibuktikan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri. Langkah tegas ini mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat.
Kepala Lapas Kediri, Yudha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun lingkungan lapas yang steril. Sinergi lintas instansi menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan wilayah.
“Bentuk komitmen bersama menuju Lapas Kediri yang zero narkoba. Sinergi antar-APH menjadi kunci dalam mencegah peredaran narkoba dan mewujudkan Lapas Kediri serta Kota Kediri yang Bersinar,” ujar Yudha.
Pelaksanaan razia mendadak yang melibatkan aparat penegak hukum (APH) dari unsur TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini berjalan lancar. Hasil pemeriksaan menyeluruh menunjukkan tidak ditemukan adanya barang terlarang seperti handphone maupun narkotika di dalam blok hunian. Selain itu, tes urine yang dilakukan secara acak kepada warga binaan seluruhnya menunjukkan hasil negatif.
Langkah preventif dan represif yang konsisten ini disambut baik oleh warga sekitar. Rian (28), salah satu warga Kota Kediri, mengaku bangga atas transparansi dan ketegasan jajaran Lapas Kediri dalam menjalankan fungsi pengamanan dan pembinaan.
Baca Juga: Balita 2,5 Tahun Terkunci di Dalam Mobil di Pare Kediri, Petugas Damkar Turun Tangan
“Saya bangga dengan Lapas Kediri, razia gabungan ini luar biasa. Tidak ada HP dan narkoba, semua negatif, ini bukti pembinaan berjalan baik dan Kota Kediri benar-benar Bersinar,” ungkap Rian.
Di balik tembok tinggi Lapas Kediri, operasi pengamanan ini bukan sekadar rutinitas penegakan disiplin semata. Lebih dari itu, kegiatan ini mengirimkan pesan kuat bahwa kesempatan dan harapan untuk berubah selalu terbuka bagi warga binaan, di mana lingkungan yang bersih dan kondusif menjadi langkah awal krusial demi menyongsong masa depan yang lebih baik setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.







