Scroll untuk baca artikel
KABAR DAERAH

Sempat Sekarat Dihantam Wabah PMK, Sapi Monster 1,37 Ton Asal Trenggalek Ini Berhasil Dipinang Presiden Prabowo Rp98 Juta!

19
×

Sempat Sekarat Dihantam Wabah PMK, Sapi Monster 1,37 Ton Asal Trenggalek Ini Berhasil Dipinang Presiden Prabowo Rp98 Juta!

Sebarkan artikel ini
foto : Sapi jenis Simental milik peternak asal Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah / ist

TRENGGALEK, AJTTV.COM — Nasib dan garis rezeki seekor sapi monster jenis Simental milik peternak desa di Kabupaten Trenggalek berubah drastis. Siapa sangka, berkat ketelatenan sang pemilik, sapi raksasa yang dulunya sempat terseok-seok bertarung nyawa melawan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) itu kini justru resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

​Sapi berekor tebal dengan bobot fantastis mencapai 1,37 ton tersebut merupakan hasil didikan tangan dingin Mujadi, seorang peternak bersahaja asal Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.

BACA JUGA : FAKTA BARU DISBUDPAR TULUNGAGUNG: Pencuri Manfaatkan Kelengahan Oknum Satpol PP yang Mabuk Saat Jaga, Hasilnya Buat Beli Motor

​Di tengah keterbatasan kandang yang sederhana, sapi raksasa tersebut bertransformasi menjadi salah satu primadona hewan kurban terbesar di pesisir selatan Jawa Timur pada Iduladha 1447 Hijriah / 2026 ini. Tak tanggung-tanggung, Presiden Prabowo menggelontorkan dana segar senilai Rp98 juta untuk memboyong sapi tersebut.

​Perjuangan Melawan Maut: Bertahan di Tengah Badai PMK

​Di balik postur tubuhnya yang super jumbo, tersimpan sebuah drama perjuangan yang menguras air mata dan keringat. Mujadi menceritakan, dirinya membeli sapi tersebut sekitar 1,5 tahun lalu dengan modal awal Rp35 juta.

​Nahas, tak lama setelah menghuni kandang barunya, petaka datang. Sapi Simental itu ambruk akibat terpapar wabah PMK yang kala itu tengah mengganas dan merontokkan ribuan ternak di berbagai daerah.

BACA JUGA : Bernilai Rp100 Juta, Sapi Jumbo Asal Kediri Dipilih Jadi Kurban Presiden Prabowo di Blitar

​Di saat peternak lain mulai frustrasi, putus asa, dan memilih menjual murah ternak mereka secara massal demi menghindari kerugian, Mujadi justru mengambil langkah berani. Ia menolak menyerah dan memilih mempertahankan sang sapi dengan memberikan perawatan isolasi yang super intensif setiap harinya.

​“Saat itu sapi-sapi yang lain banyak yang roboh kena PMK dan tidak tertolong. Alhamdulillah, dengan perawatan maksimal, sapi ini masih kuat bertahan dan mentalnya tangguh,” kenang Mujadi dengan mata berkaca-kaca, Senin (25/5/2026).

​Menu “Sultan” dan Rahasia Bobot 1,37 Ton

​Setelah berhasil lolos dari lubang jarum kematian PMK, Mujadi langsung menerapkan formula pakan khusus nan ketat untuk memulihkan sekaligus mendongkrak performa fisik sapinya.

BACA JUGA : Kondisi Tanah Labil di Jalur Trenggalek-Ponorogo, Polisi Berlakukan Sistem Buka-Tutup Lewat Desa Nglinggis

​Sapi jumbo tersebut secara rutin disuapi menu nutrisi tinggi yang diracik sendiri oleh Mujadi, mulai dari kombinasi jagung rebus, katul, ampas tahu berkualitas, hingga pasokan rumput hijau segar pilihan.

​Hasil dari ketelatenan itu terbayar lunas. Sapi Simental tersebut tumbuh raksasa dengan tinggi pundak mencapai 167 sentimeter dan panjang tubuh membentang hingga 2,5 meter.

​“Sekarang pertumbuhannya sangat bagus, badannya padat, dan luar biasa bangga karena langsung dilirik dan terpilih jadi hewan kurban Pak Presiden Prabowo,” tuturnya sumringah.

​Cetak Back-to-Back Menembus Istana Negara

​Prestasi ini menobatkan kandang sederhana milik Mujadi sebagai pencetak sapi premium langganan kepala negara. Sebab, ini merupakan tahun kedua berturut-turut (back-to-back) sapi dari peternakannya masuk dalam daftar kurban kepresidenan.

BACA JUGA : Dilempar Gelas Kopi dan Dihajar Suami, Ibu Rumah Tangga di Sumberagung Tulungagung Lapor Polsek Rejotangan

​Namun, Mujadi menyebut ada perbedaan mencolok pada proses seleksi tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

​“Kalau tahun kemarin itu lewat pihak ketiga yang membeli ke sini untuk kurban presiden. Tapi kalau tahun ini, prosesnya jauh lebih ketat karena tim dari dinas terkait langsung yang turun langsung datang mengecek ke kandang saya,” tambah Mujadi.

​Kini, monster Simental berbobot 1,37 ton tersebut tinggal menunggu waktu untuk proses pengiriman resmi menuju lokasi penyembelihan kurban Presiden RI. Bagi masyarakat Trenggalek, prestasi dari kandang kecil di Desa Pogalan ini menjadi bukti nyata bahwa peternak lokal mampu bersaing dan menghasilkan kualitas ternak kelas premium di kancah nasional. ​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *