Scroll untuk baca artikel
KABAR DAERAH

Tak Terima Ditegur Saat “Nyemplung” Kolam Pancing, Pria di Pagerwojo Tulungagung Nekat Bacok Sesama Warga

27
×

Tak Terima Ditegur Saat “Nyemplung” Kolam Pancing, Pria di Pagerwojo Tulungagung Nekat Bacok Sesama Warga

Sebarkan artikel ini
Foto : Ilustrasi

TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — Hanya karena perkara sepele dan emosi sesaat, sebuah arena pemancingan di Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung berubah mencekam.

​Seorang pria berinisial EM (44), warga setempat, nekat membabat tetangganya sendiri menggunakan sebilah sabit. Ironisnya, aksi nekat itu dipicu lantaran pelaku tak terima ditegur saat tiba-tiba masuk dan menceburkan diri ke dalam kolam pemancingan.

​Akibat insiden berdarah yang terjadi pada Minggu dini hari (24/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB tersebut, korban berinisial D (58) harus dilarikan ke Puskesmas setelah menderita luka bacok serius di bagian leher dan kepala belakang.

BACA JUGA : Antisipasi Kriminalitas, Polsek Sumbergempol Tulungagung Gelar Razia di Warkop Karaoke

​Kronologi Kejadian: Berawal dari Teguran di Keheningan Malam

​Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, saat dikonfirmasi pada Senin (25/5/2026) membenarkan adanya peristiwa penganiayaan berat tersebut.

​Menurut AKP Guruh, kejadian bermula saat korban bersama sejumlah warga tengah asyik menikmati suasana memancing di kolam desa setempat. Di tengah keheningan malam, tiba-tiba pelaku EM datang dan langsung masuk ke dalam air kolam.

​Aksi “nyeleneh” pelaku sontak membuat air keruh dan mengacaukan aktivitas para pemancing yang sudah menunggu umpan mereka disambar ikan sejak malam.

BACA JUGA : Usut Aliran Uang Pemerasan Bupati Tulungagung, KPK Periksa Plt Bupati dan Belasan Kepala Dinas

​”Pelaku tiba-tiba masuk ke kolam pemancingan dan dinilai mengganggu aktivitas. Korban kemudian menegur pelaku agar tidak berbuat seenaknya,” kata AKP Guruh, Senin (25/5/2026).

​Pulang Ambil Sabit, Balik Langsung Tebas Korban

​Bukannya sadar dan meminta maaf, teguran tersebut justru menyulut api amarah di dada EM. Pelaku langsung angkat kaki dari lokasi pemancingan dengan raut wajah berang.
​Namun, itu bukanlah akhir dari ketegangan. Pelaku ternyata pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 300 meter bukan untuk tidur, melainkan mengambil sebilah sabit. Dengan menunggangi sepeda motor, EM kembali ke area kolam dengan mata gelap.

​Tanpa basa-basi, EM langsung menghampiri korban D dan melayangkan sabetan sabit sebanyak dua kali.

BACA JUGA : Bernilai Rp100 Juta, Sapi Jumbo Asal Kediri Dipilih Jadi Kurban Presiden Prabowo di Blitar

​”Pelaku yang masih emosi mengambil sabit di rumahnya, lalu kembali ke tempat pemancingan. Korban dibacok sebanyak dua kali, mengenai area belakang leher dan kepala bagian belakang,” jelas Kapolsek Pagerwojo.

​Melihat korban bersimbah darah, suasana pemancingan langsung gempar. Sebagian warga bergegas menyelamatkan korban ke Puskesmas terdekat, sementara sebagian lainnya langsung menghubungi Polsek Pagerwojo.

​Nyaris Dihakimi Massa di Balai Desa

​Pelarian EM tidak berlangsung lama. Bergerak cepat setelah menerima laporan, petugas Unit Reskrim Polsek Pagerwojo langsung mengepung posisi pelaku yang saat itu terdeteksi berada di sekitar Balai Desa Kedungcangkring.

BACA JUGA : Kondisi Tanah Labil di Jalur Trenggalek-Ponorogo, Polisi Berlakukan Sistem Buka-Tutup Lewat Desa Nglinggis

​Saat ditangkap, EM masih menggenggam erat sabit yang digunakannya untuk membacok korban. Proses penangkapan pun berlangsung dramatis karena ratusan warga yang geram sudah berkerumun dan nyaris menghakimi pelaku secara massal.

​”Anggota bergerak cepat melumpuhkan dan mengamankan pelaku di lokasi untuk menghindari aksi main hakim sendiri dari warga yang emosi. Pelaku langsung kami evakuasi ke Mapolsek Pagerwojo,” tegas AKP Guruh.

​Selain menjebloskan EM ke dalam sel tahanan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti kuat, di antaranya ​1 (satu) buah sabit tajam milik pelaku dan ​1 (satu) unit sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi AG 4031 RAC yang digunakan pelaku.

BACA JUGA : Gelar FGD USAR di Pasuruan, 315 Relawan dan BASARNAS Siapkan Strategi Khusus Hadapi Bangunan Runtuh

​”Saat ini pelaku masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut secara intensif di Mapolsek Pagerwojo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkas AKP Guruh Yudhi Setiawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *