Rohadi Utomo, Pegawai RSUD dr. Iskak Tulungagung sedang melayani pembeli ( Dok. Ajttv.com)
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM — Di balik seragam dan rutinitas pengabdiannya di dunia kesehatan, tersimpan sebuah kisah perjuangan hidup yang begitu menyentuh hati. Adalah Rohadi Utomo, pria kelahiran Desa Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, yang membuktikan bahwa kerja keras dan ketulusan adalah kunci utama dalam menafkahi keluarga tercinta.
Sebagai seorang karyawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak Tulungagung, Rohadi tidak lantas memilih beristirahat di rumah usai jam tugasnya selesai. Demi memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, ia memilih untuk membuka lapak dagangan dengan berbekal sebuah gerobak kecil sederhana.
Lapak tersebut mangkal di Jalan dr. Wahidin Sudiro Husodo, tepatnya di sebelah barat RSUD dr. Iskak Tulungagung. Di sinilah ia menjajakan berbagai sajian kuliner lezat yang ramah di kantong namun tetap menggugah selera para pembeli, mulai dari pegawai rumah sakit, pembesuk pasien, hingga masyarakat umum.
Beragam menu nikmat disediakannya dengan harga yang sangat terjangkau. Pengunjung bisa menikmati Mie Cuek seharga Rp6.000-an, Tempura Chili Oil hangat seharga Rp5.000, Bolen Pisang Keju Coklat yang manis legit seharga Rp3.000, serta Donat lembut seharga Rp3.000 per buahnya.
Tidak hanya menawarkan harga yang ekonomis dan rasa yang nikmat, Rohadi juga memberikan pelayanan prima kepada para pelanggannya. Sebagai bentuk dedikasi dan pelayanan terbaik, ia menyatakan siap mengantar langsung pesanan ke rumah pembeli.
Baca Juga: Bikin Ulah! Wanita Asal Malang Nekat Buat Laporan Perzinahan Palsu di Tulungagung
Bagi Rohadi, lelah sehabis jam kerja seakan terbayar lunas ketika melihat dagangannya laris manis dan membawa berkah bagi keluarganya. Ia menjalani semua ini dengan kepala tegak tanpa rasa gengsi.
Kisah Rohadi Utomo menjadi potret nyata tentang etos kerja tinggi dan ketulusan seorang abdi masyarakat sekaligus kepala keluarga. Di sudut barat RSUD dr. Iskak, gerobak kecil itu bukan sekadar tempat berniaga, melainkan simbol perjuangan cinta kasih yang sarat inspirasi.






