Ilustrasi Ibadah Haji , FOTO : istimewa
TULUNGAGUNG, AJTTV.COM – Kabar duka datang dari pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M. Dua orang jemaah haji asal Kabupaten Tulungagung dilaporkan meninggal dunia saat tengah menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Kedua jemaah tersebut mengembuskan napas terakhirnya diduga kuat akibat mengalami dehidrasi berat akibat cuaca ekstrem. Sesuai regulasi, jenazah keduanya akan dimakamkan di Makkah, Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung, Suryani, membenarkan informasi pilu tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (28/5/2026).
Baca Juga : sempat-dilaporkan-hilang-lansia-asal-kalidawir-ditemukan-meninggal-di-sungai-brantas-tulungagung
Kronologi Jemaah Pertama: Lemas Usai dari Kamar Mandi di Arafah
Informasi duka pertama diterima pihak Kemenag pada Selasa (25/5/2026). Jemaah yang berpulang adalah Subagyo Prapto Wiyarjo (65), warga asal Desa/Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.
Suryani menceritakan, almarhum Subagyo sebenarnya sudah berada di Arafah untuk menunaikan inti ibadah haji, yakni wukuf. Di tengah-tengah prosesi ibadah, almarhum sempat izin untuk pergi ke toilet.
“Setelah almarhum keluar dari kamar mandi, dia terlihat sangat lemas dan tidak mampu melanjutkan wukuf, hingga dinyatakan meninggal dunia oleh petugas kesehatan. Almarhum ini berusia 65 tahun,” terang Suryani.
Baca Juga : Lebaran-di-balik-jeruji-kpk-fasilitasi-salat-iduladha-dan-kunjungan-keluarga-bagi-52-tahanan-korupsi
Sebelumnya, kondisi kesehatan Subagyo memang sempat menurun hingga harus mendapatkan perawatan medis berupa infus dua hari sebelum puncak haji. Meski sempat membaik dan dinyatakan bugar saat berangkat ke Arafah, takdir berkata lain. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban meninggal akibat dehidrasi.
Terkait status rukun hajinya, Suryani memastikan bahwa ibadah haji almarhum Subagyo tetap sah karena sudah sempat memasuki waktu wukuf.
”Rangkaian ibadah selanjutnya seperti mabit (bermalam), lempar jumrah, tawaf ifadah, hingga sa’i nantinya akan dibadalkan oleh petugas,” imbuhnya.
Jemaah Kedua: Meninggal Dunia Setelah Tiba di Mina
Belum kering air mata, sehari berselang pada Rabu (27/5/2026), Kemenag Tulungagung kembali menerima laporan serupa. Jemaah haji bernama Jani Marni, warga Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, dilaporkan meninggal dunia.
Berbeda dengan jemaah pertama, Jani Marni mengembuskan napas terakhirnya setelah menyelesaikan wukuf di Arafah dan baru saja tiba di kawasan Mina.
Baca Juga : lampion-dan-obor-menyala-di-panjerejo-ratusan-bocah-rejotangan-tulungagung-semarakkan-takbir-keliling-iduladha
Sama seperti kasus pertama, tim medis yang menangani di lokasi menyatakan bahwa penyebab kematian Jani Marni dipicu oleh masalah dehidrasi kronis. Kendati demikian, pihak Kemenag masih menunggu laporan terperinci mengenai aktivitas terakhir almarhum sebelum tumbang.
Imbauan Penting untuk Jemaah Haji yang Masih Berada di Tanah Suci
Mengingat cuaca di Arab Saudi yang sangat menyengat, pihak otoritas agama Tulungagung meminta ketegasan tim pemandu untuk terus mengawasi kondisi fisik para jemaah yang masih bertahan.
“Memang ini berkaitan dengan takdir, tetapi kami menghimbau agar setiap jemaah selalu terhidrasi dengan rutin minum air putih,” tutup Suryani












